tirto.id - Pecatur Indonesia, Woman International Master (WIM) Chelsie Monica berhasil mengalahkan pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen, dalam sebuah sesi catur simultan yang diselenggarakan di Hong Kong menjelang pelaksanaan FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championships 2026.
Kabar gembira ini ramai dibicarakan di media sosial dan momen tersebut juga diunggah oleh akun Instagram @chessbaseindia.
“Kebahagiaan mengalahkan Idolamu,” tulis akun tersebut yang kemudian disambut gembira oleh Chelsie yang tak menyangka dirinya akan diliput oleh media tersebut.
“Bu, saya ada di chessbaseindia,” komentar Chelsie di unggahan tersebut.
Keberhasilan Chelsie menjadi semakin istimewa karena Carlsen selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai figur dominan dalam dunia catur modern.
Mantan juara dunia asal Norwegia tersebut dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah berkat konsistensinya menduduki peringkat pertama dunia dan keberhasilannya meraih berbagai gelar bergengsi.
Mengalahkan Carlsen, bahkan dalam format simultan, tetap membutuhkan kemampuan teknis, ketelitian, dan ketahanan mental yang tinggi.
Profil Chelsie Monica Pecatur Indonesia
Chelsie Monica Ignesias Sihite adalah pecatur perempuan Indonesia sekaligus kreator konten dan streamer yang dikenal sebagai salah satu atlet catur putri paling berprestasi di generasinya.
Lahir pada 2 November 1995, Chelsie mulai menorehkan prestasi sejak usia muda dan secara bertahap menjadi salah satu andalan Indonesia di level internasional.
Dalam kariernya, ia berhasil meraih gelar Woman Candidate Master (WCM) pada 2008, Woman FIDE Master (WFM) pada 2010, dan mencapai gelar Woman International Master (WIM) pada 2011.
Di lingkungan catur nasional, namanya dikenal sebagai pemain yang konsisten memperkuat tim Indonesia dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk lima edisi Olimpiade Catur dunia, yakni di Khanty-Mansiysk (2010), Istanbul (2012), Tromso (2014), Baku (2016), dan Batumi (2018).
Perjalanan prestasi internasional Chelsie mulai menarik perhatian ketika ia meraih gelar Woman International Master pada Kejuaraan Catur Kelompok Umur ASEAN+ ke-12 di Tarakan pada Juni 2011. Dalam turnamen tersebut, ia mengumpulkan 6,5 poin dan finis di kelompok teratas bersama beberapa pemain kuat Asia.
Setahun kemudian, ia tampil mengesankan pada Kejuaraan Dunia Junior di Athena, Yunani, dengan menempati posisi kedelapan dunia setelah mengoleksi 8,5 poin, hanya terpaut satu poin dari juara turnamen.
Pada tahun yang sama, tepatnya dalam Olimpiade Catur 2012 di Istanbul, Turki, Chelsie mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya dengan meraih norma Woman Grandmaster (WGM) pertama.
Ia membukukan delapan poin dari sepuluh pertandingan dan menjadi salah satu pemain dengan performa terbaik di papan kedua, membantu Indonesia mengakhiri kompetisi di peringkat ke-24 dunia.
Di tingkat nasional, Chelsie semakin mengukuhkan reputasinya setelah menjuarai Kejuaraan Nasional Catur Putri Indonesia ke-45 pada 2015 di Jakarta. Ia tampil tanpa kekalahan dengan perolehan delapan poin dan berhasil mengungguli sejumlah pecatur putri terbaik Indonesia.
Pada 2019, ia kembali menunjukkan kapasitasnya di level internasional dengan meraih norma Woman Grandmaster kedua dalam Turnamen JAPFA Women Grandmaster di Yogyakarta.
Selain itu, ia juga menjadi bagian penting tim nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi beregu, termasuk Asian Nations (Regions) Women Online Cup 2020, ketika Indonesia berhasil menembus final dan meraih posisi runner-up setelah kalah dari India.
Chelsie tercatat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2008, 2012, dan 2021, serta menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih emas pada SEA Games 2013 dan 2022.
Pengalaman dan popularitasnya di dunia catur digital kemudian membawanya bergabung dengan Chess.com, platform catur terbesar di dunia. Sejak April 2022, ia bekerja secara penuh waktu sebagai Indonesian Content Manager, yang bertanggung jawab mengembangkan konten dan komunitas pengguna Chess.com di Indonesia.
Chelsie menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen di Perbanas Institute pada 2019 sebelum melanjutkan studi magister di institusi yang sama dengan konsentrasi Marketing Management, yang diselesaikannya pada 2024.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































