Langkah Maknyus Magnus Carlsen di Papan Catur

Juara dunia catur Magnus Carlsen, dari Norwegia, memainkan penantang Italia-Amerika Fabiano Caruana, tepat, di beberapa menit pertama putaran 12 Pertandingan Kejuaraan Catur Dunia mereka di London, Senin, 26 November 2018. AP Photo / Matt Dunham
Oleh: Renalto Setiawan - 3 Desember 2018
Dibaca Normal 3 menit
Setelah selalu berakhir seri dalam 12 pertandingan catur klasik, Magnus Carlsen berhasil mengalahkan Fabio Caruana 3-0.
tirto.id - Pada Desember 2010 lalu, Gary Kasparov baru saja terbang sejauh 2.500 kilometer dari Moskow ke London, Inggris. Saat di Bandara Heathrow, London, legenda catur asal Rusia itu langsung menyalakan ponsel, melihat pertandingan babak kelima London Chess Classic Tournament antara Magnus Carlsen melawan Vladimir Kramnik, mantan juara catur dunia asal Rusia.

Kasparov geleng-geleng kepala setelah melihat situasi pertandingan. Mentor Magnus itu lalu bergumam: “Mustahil.”

Magnus, yang saat itu berada di peringkat ke-2 dunia, dalam posisi tersudut. Menurut Kasparov, pecatur asal Norwegia itu tidak mungkin bisa selamat dari kekalahan. Analisis komputer pun menyetujui pendapat Kasparov itu. Namun, siapa mengira pertandingan itu berakhir tidak sesuai dugaan. Hitung-hitungan Kasparov juga mesin komputer meleset: setelah 86 langkah, Magnus secara ajaib memaksa pertandingan berakhir seri.

“Kedua pemain terus berayun. Kramnik menguji dengan menteri, Magnus menggerakkan raja. Mereka melakukan itu tiga kali, membuat pertandingan secara otomatis berakhir seri,” tulis D.T Max, kontributor New Yorker yang menonton pertandingan itu secara langsung.

Tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, orang-orang yang menyaksikan pertandingan itu langsung menghujani Magnus dengan tepuk tangan. Misi penyelamatan yang jauh lebih dramatis dari sebuah kemenangan itu juga membikin Kasparov meralat kata-katanya.

”Itu (Magnus terhindar dari kekalahan) ternyata bisa benar-benar terjadi,” tutur Kasparov sambil tersenyum.

Beberapa hari setelah kejadian fenomenal itu, Magnus akhirnya berhasil menjadi juara London Chess Classic Tournament, sekaligus kembali berada di peringkat 1 dunia. Dan maju delapan tahun ke depan, tepatnya dalam Kejuaraan Dunia Catur 2018, Kasparov, sekali lagi, salah melakukan hitung-hitungan terhadap kemampuan Magnus.


Juara Dunia Catur Empat Kali Berturut-turut


Dalam Kejuaraan Dunia Catur 2018, Magnus sudah menjadi pecatur yang berbeda. Ia bukan lagi seorang pecatur potensial, melainkan seorang juara dunia catur.

Tahun 2013 lalu, ia merebut gelar itu dari tangan Viswanathan Anand, pecatur asal India. Satu tahun berselang, menghadapi lawan yang sama, pecatur asal Norwegia itu berhasil mempertahankan gelarnya. Terakhir, pada 2016 lalu, ia berjuang cukup keras untuk mempertahankan gelar tersebut dari bidikan Sergey Karjakin, pecatur asal Rusia. Kala itu, setelah bermain imbang 6-6 dalam 12 pertandingan catur klasik, Magnus menang 3-1 dalam pertandingan catur cepat.

Meksi begitu, asa Magnus untuk kembali mempertahankan gelar itu sempat goyah di tangan Fabiano Caruana, pecatur asal Amerika yang digadang-gadang sebagai penerus Bobby Fischer. Di London, Inggris, tempat digelarnya Kejuaraan Dunia Catur 2018, konsentrasi Magnus tak lagi sekuat dulu. Ia beberapa kali melakukan kesalahan yang cukup fatal. Kalau tidak membuatnya gagal menang, kesalahan itu juga membuat pecatur Norwegia itu berada di tubir kekalahan.

Jalannya pertandingan pertama pada 8 November 2018 dapat menjadi contoh. Bermain dengan buah catur berwarna hitam, membuka langkah dengan sicilian, Magnus mendominasi di 34 langkah awal. Namun, Caruana yang memperlambat permainan, dengan berpikir lebih lama, ternyata berhasil memancing Magnus untuk melakukan kesalahan.

Magnus memaksa memakan bidak di C3 dengan menteri, mengobarkan bidak di F4 yang sebetulnya menjadi keuntungannya. Alhasil, setelah bertanding selama tujuh jam, Caruana berhasil memaksakan hasil imbang. Magnus cemberut setelah pertandingan berakhir, sementara Caruana merasa lega.

“Biasanya Anda tidak akan merasa senang saat hanya mampu bermain imbang dengan buah catur berwarna putih, tapi mempertimbangkan posisiku aku jelas bahagia. Aku lega bisa selamat, “ ucap Caruana kepada Guardian setelah pertandingan.

Dalam pertandingan selanjutnya, hingga pertandingan ke-12, Magnus tidak mampu tampil sedominan di pertandingan pertama. Ia kembali gagal memaksimalkan situasi pada pertandingan ke-9 dan pertandingan ke-12. Selebihnya, Carauna berhasil memojokkan dan memaksa Magnus melakukan penyelamatan agar terhindar dari kekalahan.

Ketika gagal menang di pertandingan ke-9, Magnus memang mengutuk dirinya sendiri. Pecatur yang pernah mendapatkan Elo rating sebesar 2882, tertinggi dalam sejarah dunia catur, mengatakan, “Aku menghancurkannya.” Namun, saat gagal menang pada pertandingan ke-12, para pengamat catur memprediksi bahwa ia akan kalah. Pertandingan tambahan, pertandingan rapid chess, akan menghancurkan Magnus menjadi debu. Gary Kasparov memprediksi hal itu.

“Mengingat tawaran imbang yang mengejutkan dari Magnus yang berada dalam posisi superior dan mempunyai lebih banyak waktu, aku mempertimbangkan kembali lagi evaluasiku bahwa ia akan menang di pertandingan rapid. Babak tambahan membutuh nyali yang luar biasa dan Magnus telah kehilangan itu,” cuit Gary kasparov.

Alasan Kasparov dapat dimengerti. Dalam 12 pertandingan catur klasik yang selalu berakhir imbang itu, yang merupakan fenomena pertama dalam kejuaraan dunia catur, Magnus benar-benar bermain tanpa gairah. Jika saat menggunakan bidak hitam ia biasanya mengincar kemenangan, Magnus melakukan hal sebaliknya: bermain aman. Ia terjebak dengan karakter Caruana yang pintar melakukan hitung-hitungan dan memainkan pikiran.

Akibatnya: 12 pertandingan itu nyaris berlangsung membosankan. Dalam salah satu pertandingan, Alexander Grischuk, yang saat itu menjadi komentator di Chess 24, bahkan sempat bertanya iseng kepada Peter Svidler untuk membunuh rasa bosan, “Peter, apa novel Stephen King favoritmu?” Selain itu, saat Kejuaraan Dunia Catur 2018 dipastikan dilanjutkan ke dalam babak tambahan, ia juga sangat kecewa dengan menyebut “R.I.P pertandingan catur klasik”.

Namun, para pengamat itu ternyata salah alamat dalam menilai Magnus. Rapid chess menggunakan format best-of-four. Dalam satu pertandingan, setiap pecatur memiliki waktu 25 menit plus tambahan waktu 10 detik setiap sesudah melangkah. Di situ, kualitas lebih banyak berbicara daripada permainan pikiran. Selain itu, dalam pertandingan cepat, konsentrasi Magnus masih dapat diandalkan.

Magnus akhirnya berhasil melibas Caruana tanpa ampun: 3-0. Ia berhasil mempertahankan gelar juara dunianya, sekaligus menjadi juara dunia empat kali berturut-turut. Para pengamat catur hanya bisa geleng-geleng kepala, sementara Kasparov kembali terpaksa meralat kata-katanya.

“Konsistensi Magnus dalam pertandingan catur cepat sangat fenomenal. Kita akan bermain buruk saat kita bermain semakin cepat dan semakin cepat, tapi rasionya merupakan yang paling kecil, barangkali hanya mengalami penurunan sebesar 15%. Itu menjadi keuntungannya dalam format ini,” cuit Kasparov.

Pada 28 November 2018, Magnus masih tetap menjadi seorang pria yang harus dikalahkan dalam Kejuaraan Dunia Catur berikutnya.




Arti Seorang Juara


Bersamaan dengan berlangsungnya Kejuaraan Dunia Catur 2018, Andrew Keh, koresponden New York Times asal Berlin, pergi ke Oslo, Norwegia, tempat kelahiran Magnus Carlsen. Ia langsung menyadari bahwa Magnus mempunyai pengaruh besar di negaranya itu.

“Ini adalah Magnus Effect,” kata Martin Mortensen, salah seorang pegawai bar yang tempat kerjanya saat itu dipenuhi oleh orang-orang yang bermain catur, kepada Keh. “Hampir semua orang Norwegia mempunyai hubungan spesial dengan catur akhir-akhir ini. Itu tayang di televisi dan ada di surat kabar setiap waktu.”

Tak mau kalah dari Mortensen, Lars Petter Fosdahl, salah satu pemilik bar itu, lantas menambahkan, “Aku rasa Norwegia saat ini adalah negara paling gila catur di dunia.”

Ucapan kedua orang Norwegia itu kemudian diperkuat saat Magnus bertanding melawan Caruana pada pertandingan keenam Kejuaraan Dunia Catur 2018. NRK, saluran televisi asal Norwegia yang menyiarkan pertandingan tersebut dalam format seperti talk show, menyebut bahwa pertandingan itu disaksikan oleh seperempat penonton televisi di Norwegia.

Perkara Kejuaraan Dunia Catur 2018, orang-orang Norwegia lantas percaya bahwa saat Magnus kalah dari Caruana, warisannya itu akan membuat orang-orang Norwegia tetap memainkan catur. Magnus sudah membuat mereka jatuh cinta begitu dalam terhadap catur. Ia sama ajaibnya dengan bintang sepakbola di Brasil atau bintang American Football di Amerika.

Namun, suratan ternyata memilih jalan lain. Magnus menang dan orang-orang orang-orang Norwegia barangkali paham betul bahwa mereka masih memiliki tugas ganda: selain terus bermain dan menggilai catur, mereka harus terus mendorong Magnus untuk selalu berada puncak.

Baca juga artikel terkait CATUR atau tulisan menarik lainnya Renalto Setiawan
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Renalto Setiawan
Editor: Suhendra
DarkLight