tirto.id - Efek paparan abu vulkanik pada kulit tidak bisa dianggap sepele. Meski terlihat seperti kotoran atau debu biasa, abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi sehingga diperlukan skincare yang memadai untuk merawatnya.
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada awal September 2026 menyebabkan hujan abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra.
Tak hanya mengganggu aktivitas, abu vulkanik juga bisa mengancam kesehatan, mulai dari mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit. Hal ini karena abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dari debu.
Partikel abu vulkanik dikenal abrasif karena mengandung silika yang mirip serpihan kaca tajam. Sifat fisik partikel inilah yang berbahaya karena bisa merusak permukaan benda apa pun yang ditempelinya, termasuk organ manusia seperti kulit.
Sayangnya, efek paparan abu vulkanik terhadap kulit masih sering dianggap remeh oleh banyak orang. Lalu, ketika abu menempel pada kulit, apa yang harus dilakukan? Apakah perlu skincare khusus untuk merawat kulit di tengah hujan abu vulkanik?
Efek Paparan Abu Vulkanik pada Kulit

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu vulkanik berlangsung. Hal ini karena abu yang dihasilkan dari erupsi gunung berapi bisa mengganggu kesehatan, baik pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit.
Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026, efek paparan abu vulkanik pada kulit bisa berupa iritasi, kemerahan, dan gatal pada kulit. Jika seseorang sebelumnya sudah memiliki penyakit kulit, maka paparan abu vulkanik bisa membuatnya semakin parah.
Hal serupa juga diungkap oleh International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) yang menjelaskan bahwa kulit yang terkena abu vulkanik bisa mengalami iritasi, apalagi jika abu tersebut bersifat asam.
Namun, IVHHN juga menegaskan bahwa iritasi kulit akibat abu vulkanik bukan sesuatu yang umum. Artinya, seseorang yang kulitnya terpapar abu tidak otomatis mengalami iritasi.
Sementara itu, keluhan atau gejala iritasi yang mungkin muncul setelah terpapar abu vulkanik adalah muncul kemerahan pada kulit. Kebiasaan menggaruk kulit yang mengalami iritasi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder.
Cara Merawat Kulit setelah Paparan Abu Vulkanik

Mengatasi paparan abu vulkanik tidak bisa sembarangan karena abu vulkanik memiliki partikel yang bersifat abrasif dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman ketika menempel pada kulit.
Dikutip dari laman Bloomberg Technoz, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV menjelaskan agar masyarakat tidak langsung menggosok abu yang menempel pada kulit. Pasalnya, gesekan dapat memperburuk iritasi, terutama ketika kulit sedang sensitif.
Selain bersifat abrasif, sebagian abu vulkanik juga dapat membawa senyawa asam pada permukaannya sehingga berpotensi meningkatkan risiko iritasi. Agar tidak memperparah iritasi dan kulit tetap sehat, berikut cara membersihkan paparan abu dari kulit dikutip dari Wardah Beauty:
- Jangan langsung digosok. Ketika kulit terkena abu vulkanik, jangan langsung digosok, digaruk, atau dilap. Gesekan antara abu dan kulit justri dapat membuat iritasi dan mengganti skin barrier.
- Bilas dengan air mengalir hingga abu terangkat dan kulit jadi lebih bersih.
- Jika pakai makeup, lakukan double cleansing dengan lembut menggunakan cleansing oil, cleansing balm, cleansing milk, atau micellar pad (pilih salah satu).
- Bersihkan kulit dengan sabun atau pembersih muka yang lembut dan tanpa scrub, lalu bilas dengan air mengalir sampai bersih.
- Keringkan dengan handuk dengan cara ditepuk-tepuk pelan, jangan digosok.
- Gunakan skincare yang sesuai untuk melindungi kulit seperti moisturizer dan sunscreen.
Kulit Terlanjur Iritasi Akibat Abu? Lakukan Ini!

Efek paparan abu vulkanik pada kulit adalah iritasi yang bisa ditandai dengan keluhan kemerahan, terasa tidak nyaman, kulit menjadi kering dan terasa tertarik, atau bahkan muncul sensasi perih atau terbakar. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Jika tanda-tanda iritasi muncul, cara merawat kulit setelah paparan abu vulkanik adalah dengan menyederhanakan rutinitas skincare atau kembali ke basic skincare untuk sementara waktu.
Cukup gunakan tiga produk dasar, yaitu pembersih wajah yang lembut dan tidak abrasif, pelembap yang sesuai dengan tipe kulit, serta sunscreenuntuk pagi/siang hari.
Jadi, ketika kulit mengalami iritasi, prinsipnya bukan menambah produk untuk mengatasinya, tapi akan lebih aman jika mengurangi produk yang digunakan. Setelah kondisi kulit membaik, produk perawatan lain dapat digunakan kembali secara bertahap.
Saat kulit iritasi, sebaiknya hindari beberapa produk berikut:
- Facial scrub: hindari karena butiran dan gerakan menggosok dapat menambah gesekan pada kulit.
- AHA dan BHA: tunda penggunaan bahan eksfoliasi seperti glycolic acid, lactic acid, dan salicylic acid sampai kulit membaik atau kembali terasa nyaman.
- Retinol/retinoid: retinol berguna untuk merangsang regenerasi sel kulit, tapi sebaiknya ditunda ketika kulit sedang sensitif atau mengalami iritasi.
- Fragrance: pilih produk berlabel fragrance-free agar tidak memperparah iritasi kulit.
- Essential oil: sebaiknya tidak digunakan pada kulit yang sedang sensitif atau iritasi karena dapat memperburuk kondisi pada sebagian orang, terutama yang memiliki alergi.
- Produk eksfoliasi fisik lainnya: termasuk cleansing brush, loofah, spons kasar, atau alat yang membuat kulit harus digosok.
Sementara jika iritasi tidak kunjung membaik atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Produk Skincare untuk Bantu Atasi Efek Paparan Abu Vulkanik
Setelah kulit terpapar abu vulkanik, perawatan sebaiknya difokuskan untuk membersihkan partikel secara lembut sekaligus menjaga lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Berikut beberapa produk perawatan kulit kena abu gunung yang sebaiknya digunakan:
Pembersih Wajah yang Lembut

Pembersih wajah dapat digunakan setelah kulit yang terpapar abu vulkanik dibilas dengan air mengalir. Utamakan memilih pembersih yang lembut, tanpa scrub, dan mengandung bahan-bahan yang bisa menghidrasi kulit, berikut beberapa rekomendasinya:
1. Cetaphil Daily Facial Cleanser
Cetaphil dikenal sebagai salah satu pembersih wajah yang lembut dan cocok untuk semua jenis kulit, mulai dari kulit normal, berminyak, hingga yang sensitif. Dengan formula hypoallergenic, Cetaphil bisa membersihkan wajah tanpa membuat kulit terasa kencang atau tertarik.Cetaphil mengandung gliserin yang membantu melembapkan kulit, niacinamide yang membantu meredakan iritasi dan memperkuat skin barrier, serta panthenol yang membantu penyembuhan dan mengunci kelembapan. Cetaphil dibanderol harga Rp140.000–Rp170.000 (236 ml).
2. SKINTIFIC Panthenol Gentle Gel Cleanser
Gentle Gel Cleanser dari SKINTIFIC mengandung panthenol untuk menenangkan sekaligus melembapkan kulit, amino acid untuk membersihkan kotoran sambil mempertahankan kelembapan kulit, serta ceramide yang berperan menjaga kelembapan dan skin barrier.Produk ini membantu membersihkan kotoran serta kelebihan minyak hingga ke dalam pori-pori tanpa membuat kulit terasa kering. Kulit pun tak hanya bersih, tapi juga terasa segar, lembut, dan halus. SKINTIFIC Gentle Gel Cleanser bisa dibeli di harga Rp90.000–Rp120.000 (120 ml).
Moisturizer Sesuai Jenis Kulit

Setelah dibersihkan, selanjutnya gunakan moisturizer sesuai jenis kulit. Pilih produk yang fokus untuk melembapkan atau meningkatkan hidrasi, bisa menenangkan kulit, serta memperkuat skin barrier agar tetap sehat di tengah kondisi hujan abu vulkanik. Rekomendasinya antara lain:
1. Wardah Cica Complex + Panthenol Ceramide
Wardah menghadirkan pelembap gel ringan dengan cica complex yang bisa membantu menenangkan kemerahan akibat iritasi ringan dan kulit yang mudah reaktif. Produk ini memberikan efek dingin dengan tekstur ringan dan juga cocok untuk kulit berjerawat.Kandungan panthenol dan ceramide membantu mendukung skin barrier, sementara niacinamide B3 membantu menyamarkan noda, sedangkan allantoin membantu menenangkan kulit sekaligus melindungi skin barrier. Pelembap ini dibanderol harga Rp110.000–Rp120.000 (30 gram).
2. SOMETHINC Calm Down! Skinpair R-Cover Cream
Moisturizer SOMETHINC yang satu ini merupakan pelembap vegan bertekstur ringan yang membantu menghidrasi kulit sekaligus menjaga dan memperkuat skin barrier. Produk ini cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.Diformulasikan dengan CalmDown, kandungan Madagascar Centella Asiatica di produk ini membantu menenangkan kulit, sementara ceramide turut menjaga kelembapan dan mendukung kesehatan skin barrier. Krim pelembap ini bisa dibeli dengan harga Rp100.000–Rp110.000 (20 ml).
Sunscreen dengan Broad Spectrum

Pada pagi atau siang hari, terutama jika hendak beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa memakai sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV. Pilih sunscreen dengan minimal SPF 30 dan broad spectrum untuk perlindungan optimal. Berikut rekomendasinya:
1. Dr.BeeMed Bee Protected Sunscreen
Dr.BeeMed Bee Protected Sunscreen mengandung SPF 50 PA+++ dan termasuk sunscreen mineral 100%. Produk ini mengandung zinc oxide dan titanium dioxide, serta bisa membantu merawat kelembapan dan kesehatan kulit, meratakan warna kulit, dan mencegah melasma.Kandungan sodium hyaluronate membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga kelembapan dan elastisitas, sedangkan ProVitamin-B5 membantu mempertahankan kelembapan serta meredakan kemerahan dan iritasi. Sunscreen ini dibanderol harga Rp80.000–Rp90.000 (30 gram).
2. Wardah Sunscreen UV Shield Physical Serum
Wardah mennghadirkan physical sunscreen dengan SPF 50+ PA++++ berbasis air yang ringan, cepat meresap, dan tanpa whitecast. Produk ini membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB sekaligus memberikan perlindungan terhadap blue light yang dapat memicu munculnya flek hitam.Diperkaya Uji Kyoto Matcha dan oatmeal, produk ini juga melembutkan kulit serta meredakan kemerahan akibat iritasi. Formulanya cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif, dan bisa didapatkan dengan harga Rp130.000–Rp150.000 (2 x 30 ml).
Itulah beberapa produk skincare yang bisa membantu mengatasi efek paparan abu vulkanik pada kulit. Sebisa mungkin tetap batasi aktivitas di luar ruangan, serta gunakan pelindung diri seperti masker, kacamata, hingga pakaian tertutup (baju lengan panjang dan celana) untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Butuh rekomendasi produk perawatan kulit atau informasi menarik lain seputar skincare? Temukan berbagai produk pilihan hingga tips kecantikan di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id































