Menuju konten utama

9 Kesalahan Skincare Pria yang Diam-Diam Merusak Kulit

Ketahui kesalahan skincare dan kebiasaan sepele yang dapat merusak kulit pria, mulai dari skip sunscreen, asal beli produk, hingga cuci muka terlalu sering.

9 Kesalahan Skincare Pria yang Diam-Diam Merusak Kulit
Ilustrasi perawatan kulit pria. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sudah rajin pakai skincare pria, tapi kulit masih tampak kusam? Jawabannya bisa jadi bukan karena produknya yang kurang bagus, tapi karena ada beberapa kesalahan dalam perawatan kulit pria yang membuat wajah jadi terlihat kusam.

Merawat kulit memang sangat penting untuk menunjang penampilan. Tak lagi identik dengan wanita, skincare kini juga diminati oleh para pria yang peduli dengan kesehatan kulitnya.

Meski sering dianggap ribet, skincare punya peran besar dalam melindungi kulit, menjaga skin barrier, dan menghindarkan wajah dari berbagai masalah seperti jerawat dan kulit kusam.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak yang belum benar-benar paham cara merawat kulit dengan benar. Faktanya, beberapa kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat membuat kulit pria menjadi kusam, berjerawat, iritasi, bahkan merusak skin barrier.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari agar perawatan wajah dan penggunakan produk skincare tidak sia-sia.

Kesalahan Skincare yang Bisa Merusak Kulit Pria

Merawat kulit bukan hanya soal menggunakan produk skincare. Ingin punya kulit sehat juga tidak harus menggunakan skincare mahal atau memakai banyak produk dalam satu waktu.

Kunci perawatan kulit pria yang tepat adalah konsistensi dan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit kita sendiri. Selain itu, penting juga untuk mengetahui sekaligus menghindari kesalahan-kesalahan dalam perawatan kulit.

Apa saja kebiasaan sepele yang bisa merusak kulit? Berikut beberapa di antaranya:

1. Tidak Memahami Jenis Kulit

Ilustrasi pria berjerawat
Ilustrasi perawatan kulit pria. (FOTO/iStockphoto)

Salah satu kesalahan paling umum adalah membeli produk skincare secara asal-asalan tanpa disesuaikan dengan jenis kulit sendiri. Padahal, setiap orang memiliki karakteristik kulit yang berbeda, seperti normal, berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif.

Penggunaan produk yang tidak sesuai dapat memperburuk kondisi kulit, misalnya pelembap yang terlalu berat justru bisa menyumbat pori-pori pada kulit berminyak. Oleh karena itu, langkah pertama sebelum melakukan perawatan adalah mengenali kebutuhan kulit.

Cara identifikasinya juga cukup mudah. Menurut laman American Academy of Dermatology (AAD), kita cukup mencuci muka, lalu biarkan kulit wajah beberapa saat tanpa memakai produk apa pun, selanjutnya perhatikan perubahan berikut:

  • Kulit normal: Kulit tetap terlihat bersih tanpa ada perubahan signifikan
  • Kulit berminyak: Kulit terlihat mengilap, licin, atau tampak berminyak.
  • Kulit kering: Kulit terasa kasar dan bersisik.
  • Kulit kombinasi: Kulit wajah terlihat kering di beberapa area sekaligus tampak berminyak di area lainnya.
Khusus untuk kulit sensitif, umumnya kulit akan terasa perih atau terbakar saat menggunakan produk.

2. Tidak Memakai Tabir Surya

Ilustrasi Skincare Cowo
Ilustrasi Skincare Cowo. foto/istockphoto

Masih banyak pria yang menganggap sunscreen atau tabir surya hanya diperlukan saat beraktivitas di pantai, saat cuaca panas, atau sering berada di bawah terik matahari.

Padahal, sinar ultraviolet (UV) tetap dapat menembus awan dan mengenai kulit saat beraktivitas sehari-hari, bahkan saat kita berada di rumah. Mengabaikan sunscreenbisa menyebabkan kerusakan kulit, termasuk penuaan dini dan risiko kanker kulit.

Agar terhindar dari bahaya sinar UV, ikuti tips memakai sunscreen berikut ini:

  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan berspektrum luas (broad-spectrum) untuk perlindungan maksimal.
  • Gunakan sekitar 15 menit sebelum keluar rumah atau terpapar sinar UV.
  • Sebisa mungkin aplikasikan tabir surya setiap 2 jam sekali.
  • Jika memungkinkan, pilih tabir surya tahan air untuk aktivitas outdoor seperti olahraga dan berenang.
  • Walau sudah memakai tabir surya, tetap lindungi kulit dengan memakai pakaian lengan panjang, topi, masker, atau usahakan tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari.

3. Tidak Cuci Muka dengan Benar

Laki Laki Cuci Muka
Laki Laki Cuci Muka. foto/istockphoto

Cuci muka termasuk dalam rutinitas skincare yang penting, tapi ada beberapa kebiasaan cuci muka yang terlihat sepele dan justru merusak kulit. Beberapa kesalahan saat cuci muka antara lain:

  • Hanya cuci muka pakai air, hal ini membuat wajah tidak bersih maksimal.
  • Cuci muka dengan sabun mandi. Padahal, kulit wajah lebih sensitif sehingga butuh pembersih muka yang lebih lembut.
  • Terlalu sering cuci muka. Hal ini dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit sehingga berpotensi memicu produksi minyak berlebih.
Khusus untuk cuci muka, disarankan menggunakan facial wash atau sabun pembersih khusus wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Cukup bersihkan dua kali sehari, serta setelah berkeringat akibat olahraga.

4. Skip Pelembap karena Takut Berminyak

Ilustrasi Skincare Pria
Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Kulit pria juga butuh moisturizer untuk menjaga kelembapannya. Namun, sebagian orang dengan kulit berminyak mungkin memilih tidak menggunakan pelembap karena khawatir wajah menjadi semakin mengilap.

Faktanya, pelembap dibutuhkan oleh semua jenis kulit. Moisturizer berfungsi menjaga skin barrier tetap kuat sekaligus membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit sehingga tetap lembap, kenyal, dan sehat.

Jadi, pemilik kulit berminyak tetap dianjurkan menggunakan pelembap, tapi sebaiknya pilih produk yang bertekstur ringan serta berlabel oil-free atau non-comedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori.

5. Teknik Bercukur yang Salah

Ilustrasi Cukur Kumis
Ilustrasi Cukur Kumis. foto/istockphoto

Bercukur merupakan bagian dari rutinitas perawatan kulit pria, tapi teknik yang kurang tepat malah akan menyebabkan iritasi (razor burn) maupu rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair).

Menurut AAD, risiko ini dapat dikurangi dengan beberapa tips berikut:

  • Pilih pisau cukur dengan satu atau dua mata pisau.
  • Basahi kulit atau rambut yang hendak dicukur untuk melembutkannya.
  • Gunakan krim cukur yang dilengkapi pelembap.
  • Cukur searah pertumbuhan rambut.
  • Hindari menarik atau meregangkan kulit terlalu kuat, biarkan kulit tetap rileks.
  • Ganti mata pisau alat cukur secara rutin, setidaknya setelah 5–7 kali bercukur untuk meminimalkan iritasi.

6. Asal Campur Bahan Aktif

Ilustrasi Skincare
Ilustrasi Skincare. foto/Istockphoto

Menggunakan banyak produk skincare sekaligus belum tentu membuat hasilnya lebih cepat terlihat. Asal beli produk dan mencampurkan beberapa bahan aktif tanpa memahami cara kerjanya justru bisa merusak kulit.

Tidak semua bahan aktif dalam skincare dapat digunakan secara bersamaan karena kombinasi yang tidak tepat dapat menyebabkan kemerahan, peradangan, kulit kering, mengelupas, atau bahkan mengurangi efektivitas kandungan tertentu.

Contoh kombinasi yang sebaiknya dihindari antara lain retinol dengan vitamin C atau AHA/BHA dengan retinol. Jadi, sangat penting untuk memeriksa kandungan setiap produk sebelum menggunakannya secara berlapis.

Sebagai alternatif, kita bisa mengatur jadwal pemakaian bahan aktif yang berbeda, misalnya pada pagi dan malam hari atau menggunakannya secara bergantian pada hari yang berbeda.

7. Memencet Jerawat

Ilustrasi pria berjerawat
Ilustrasi Kulit Pria Berjerawat. (FOTO/iStockphoto)

Seperti halnya wanita, kulit pria juga bisa berjerawat. Saat masalah kulit ini muncul, jangan coba-coba untuk memencetnya karena ingin cepat hilang.

Kebiasaan ini malah akan memperparah peradangan, serta mendorong bakteri, minyak, dan kotoran masuk lebih dalam ke dalam pori-pori. Akibatnya, luka jerawat bisa sembuh lebih lama, berisiko infeksi, bahkan berpotensi menimbulkan bekas jerawat.

Sebaiknya biarkan jerawat sembuh secara alami atau gunakan produk skincare yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid sesuai petunjuk penggunaan.

Apabila jerawat tergolong parah atau semakin meradang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Tidak Konsisten Merawat Kulit

Ilustrasi Skincare Pria
Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Banyak orang berharap hasil instan setelah menggunakan skincare selama beberapa hari. Ketika perubahan belum terlihat, produk langsung diganti atau rutinitas perawatan dihentikan. Banyak juga yang on-off memakai skincare dengan alasan sibuk atau semacamnya.

Perlu dipahami bahwa sebagian besar produk skincare membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil yang optimal, bisa beberapa minggu hingga hitungan bulan, tergantung jenis produk dan kondisi kulit.

9. Mengabaikan Area Bawah Mata

Ilustrasi Skincare Pria
Ilustrasi Skincare Pria. foto/istockphoto

Mengaplikasikan pelembap ke seluruh wajah memang penting, tapi area di bawah mata membutuhkan perhatian khusus karena kulit di bagian ini lebih tipis dan sensitif.

Sayangnya, banyak pria yang belum tahu atau mengabaikan area bawah mata dan memakai produk skincare sembarangan, bahkan sambil menggosok area mata secara intens.

Mulai sekarang, gunakan serum atau krim khusus area mata secara rutin, serta sesekali gunakan eye patch untuk membantu menyegarkan dan merawat kulit di sekitar mata.

Itulah beberapa kesalahan dalam perawatan kulit pria yang terlihat sepele, tapi diam-diam dapat merusak kesehatan kulit. Oleh karena itu, mulailah beralih ke rutinitas yang tepat, tidak perlu rumit atau mahal, cukup gunakan produk yang sesuai dan konsisten melakukan perawatan kulit yang benar.

Temukan berbagai rekomendasi produk pilihan hingga tips perawatan kulit di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel tentang Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani