tirto.id - Penggunaan silikon dalam skincare masih mengundang pro dan kontra dalam dunia kecantikan. Meski silikon banyak ditemukan dalam beberapa produk kosmetik, sebagian berpendapat bahwa kita harus menghindari silikon. Lalu, apakah silikon berbahaya bagi kulit?
Silikon merupakan salah satu bahan yang cukup umum digunakan dalam industri kosmetik karena mampu memberikan sensasi halus dan lembut pada kulit. Kandungan ini dapat ditemukan di berbagai produk seperti primer, foundation, pelembap wajah, hingga serum.
Tak hanya untuk makeup dan skincare, silikon juga bisa ditemukan di produk perawatan diri lainnya seperti sampo, kondisioner, dan serum rambut. Fungsinya pun sama, yaitu memberikan sensasi lembut atau licin pada rambut sehingga membuatnya terlihat sehat berkilau.
Meski dianggap berguna dan sering digunakan dalam skincare, terdapat argumen bahwa silikon tidak benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan kulit sehingga sebaiknya dihindari. Lantas, apa kata sains terkait hal ini?
Apa Itu Silikon dalam Skincare?

Silikon merupakan kelompok senyawa semi cair yang berasal dari silika, yaitu komponen utama penyusun pasir. Meski berasal dari silika, silikon bukan termasuk bahan alami. Silika harus melalui serangkaian proses kimia terlebih dahulu agar menjadi silikon.
Silikon memiliki sifat yang stabil, tahan panas, hidrofobik (tahan air), serta tidak mudah bereaksi dengan bahan lain. Berkat hal ini, silikon sering dimanfaatkan di berbagai industri, mulai dari medis hingga kosmetik dan kecantikan.
Selain itu, silikon juga dikenal bersifat tidak beracun dan memiliki karakteristik antimikroba, sehingga menjadi salah satu bahan yang umum digunakan untuk meningkatkan performa dan kenyamanan berbagai produk perawatan kulit, rambut, maupun makeup.
Dalam dunia medis, silikon sendiri sudah lama digunakan untuk membantu penyembuhan luka dan mengurangi tampilan bekas luka karena mampu melindungi area yang terluka tanpa menghalangi udara.
Sementara dalam dunia kecantikan, silikon umum digunakan untuk meningkatkan performa dan kenyamanan berbagai produk perawatan kulit, rambut, hingga makeup.
Contoh jenis silikon yang sering ditemukan dalam skincare adalah dimethicone yang kerap dipakai dalam produk pelembap maupun sunscreen. Contoh lainnya adalah cyclopentasiloxane, cyclomethicone, dimethiconol, silicone elastomers, stearyl dimethicone, cetyl dimethicone, dan silicone polyethers.
Manfaat Silikon di Skincare

Silikon sering digunakan dalam dunia kecantikan karena memiliki manfaat tersendiri. Dikutip dari laman Healthline, silikon memiliki sifat oklusif yang membentuk lapisan seperti penghalang tipis di permukaan kulit.
Dalam hal skincare, lapisan ini dapat membantu mengurangi hilangnya air atau kelembapan sekaligus melindungi kulit dari paparan luar. Meski membentuk lapisan yang menutup kulit, kulit tubuh kita masih tetap bisa "bernapas".
Dengan bantuan silikon dalam skincare, kelembapan kulit dapat dipertahankan lebih lama dan kulit terasa lebih lembut setelah penggunaan produk.
Selain itu, silikon juga memberikan manfaat dari sisi kenyamanan penggunaan produk. Bahan ini membuat krim atau pelembap lebih mudah diratakan di kulit serta menghasilkan tekstur yang halus dan lembut.
Efek tersebut membuat kulit tampak lebih mulus, kenyal, dan terasa licin setelah pemakaian. Pada produk make up, silikon bahkan dapat membantu menyamarkan tekstur seperti pori-pori atau tampilan garis halus sehingga hasil makeup terlihat lebih rata.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa manfaat silikon ini hanya sementara. Jadi, walau membuat kulit terasa halus dan lembut, silikon dalam skincare sebenarnya tidak memperbaiki atau tidak berkontribusi pada kesehatan kulit. Setelah produk dibersihkan, efek tersebut juga akan hilang.
Apakah Silikon Berbahaya?

Secara umum, silikon dalam skincare dianggap aman. Dalam studi bertajuk Silicone in Dermatology: An Update, silikon dinilai sebagai bahan yang sangat stabil, tidak beracun, tidak karsinogenik, dan hipoalergenik (rendah risiko alergi).
Selain itu, silikon juga tidak diserap oleh kulit dan hanya membentuk lapisan di atasnya. Sifat-sifat itulah yang membuat silikon dianggap tidak berbahaya bagi kulit.
Namun, perlu diingat bahwa silikon yang dinilai aman adalah silikon yang digunakan di permukaan kulit. Jika terdapat perawatan yang prosesnya memasukkan silikon ke dalam tubuh, seperti suntikan silikon cair, maka hal tersebut bisa menimbulkan risiko kesehatan tersendiri.
Jadi, silikon dalam skincare yang dipakai di permukaan kulit tetap aman digunakan. Akan tetapi, ada beberapa alasan mengapa silikon tetap tidak disukai dan dihindari oleh banyak orang. Dilansir dari Healthline, berikut alasan orang-orang menghindari silikon:
1. Manfaatnya Hanya Sementara
Silikon hanya memberikan efek kosmetik sesaat dan tidak memperbaiki kondisi kulit secara langsung maupun meningkatkan kesehatan kulit dalam jangka panjang. Efek silikon yang membuat kulit terasa halus pun akan hilang setelah produk dibersihkan dari wajah.2. Sulit Dibersihkan dari Kulit
Silikon memiliki sifat hidrofobik atau menolak air. Karena karakteristik ini, produk skincare berbahan silikon umumnya tidak mudah terangkat hanya dengan air dan memerlukan metode pembersihan yang lebih menyeluruh, misalnya menggunakan oil cleanser atau melakukan double cleansing.3. Berpotensi Memperparah Jerawat pada Kulit Acne Prone
Meski silikon sendiri tidak dianggap sebagai bahan yang menyumbat pori (non-comedogenic), sebagian dermatolog menilai lapisan yang dibentuk silikon dapat menyebabkan jerawat.Dr. Deanne Mraz Robinson selaku dokter kulit menjelaskan bahwa skincare dengan silikon tidak terlalu direkomendasikan bagi mereka yang rentan berjerawat. Lapisan silikon di permukaan kulit bisa memerangkap minyak, kotoran, atau sel kulit mati yang bisa memperburuk kondisi jerawat.
Sementara itu, bagi mereka yang tidak memiliki kulit acne prone atau tidak mudah berjerawat, silikon umumnya tidak menimbulkan masalah berarti.
4. Dapat Mengganggu Penyerapan Produk Skincare Lain
Alasan lain silikon sering dihindari adalah karena dianggap dapat memengaruhi pemakaian produk skincare lainnya. Silikon membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit sehingga dikhawatirkan menghambat penyerapan bahan aktif yang diaplikasikan setelahnya.Oleh karena itu, jika menggunakan produk berbahan silikon, para ahli menyarankan agar produk tersebut dipakai sebagai langkah terakhir dalam rutinitas skincare, bukan di awal.
5. Dianggap Kurang Penting
Silikon tidak memberikan manfaat biologis langsung pada kulit. Dengan kata lain, silikon dalam skincare memang terbukti aman, tapi juga terbukti tidak terlalu penting bagi kesehatan kulit. Namun, untuk tujuan medis atau penyembuhan luka, maka penggunaan silikon tetap dianjurkan.6. Silikon Tidak Ramah Lingkungan
Selain alasan terkait kulit, penggunaan silikon juga menjadi sorotan dari sisi lingkungan. Beberapa jenis silikon diketahui sulit terurai secara alami dan dapat terakumulasi di lingkungan setelah terbuang melalui saluran air.Akumulasi tersebut dikhawatirkan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Meski isu ini lebih berkaitan dengan dampak ekologis daripada kesehatan kulit, kekhawatiran tersebut membuat sebagian konsumen memilih produk skincare yang bebas silikon.
Demikian penjelasan terkait silikon dalam skincare, mulai dari pengertian, manfaat, dan apakah bahan ini berbahaya atau tidak bagi kulit. Silikon dianggap sebagai bahan yang aman, tapi juga bukan bahan yang wajib ada dalam sebuah skincare. Jadi, tetaplah bijak dalam memilih skincare dengan mempertimbangkan kebutuhan kulit masing-masing.
Butuh informasi menarik lain seputar perawatan kulit? Temukan berbagai produk pilihan hingga tips kecantikan di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































