tirto.id - Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil. Masalah kulit seperti ini bisa diselesaikan dengan skincare, tapi mengatasi jerawat pada ibu hamil tentunya tidak boleh sembarangan dan harus menggunakan produk yang benar-benar tepat.
Skincare atau perawatan kulit sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak cukup dengan efek yang luar biasa dan juga instan, sebuah skincare haruslah mengandung bahan-bahan yang aman bagi kulit dan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Tidak semua bahan aman untuk dijadikan skincare. Jika salah dalam pemilihan bahan, baik salah dalam takaran ataupun bahan dasarnya, dapat berakibat fatal terhadap kesehatan kulit.
Terutama jika konsumennya adalah ibu hamil. Alih-alih memberikan manfaat seperti kulit cerah, halus, hingga menghilangkan masalah-masalah lain seperti jerawat, skincare yang salah akan berdampak serius kepada kesehatan ibu dan janin yang dikandung.
Oleh karena itu, ibu hamil harus berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit yang tepat agar dapat memberikan manfaat maksimal.
Kandungan Skincare yang Aman Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Memilih skincare untuk ibu hamil dan menyusui perlu perhatian khusus. Terdapat beberapa bahan yang sudah teruji klinis dan aman digunakan sebagai bahan dasar skincare yang dipakai ibu hamil, berikut di antaranya:
1. Azelaic Acid
Dilansir dari laman American Academy of Dermatology (AAD), bahan azelaic acid diklaim aman untuk digunakan oleh ibu hamil yang mengalami masalah jerawat. Dalam sejumlah studi yang melibatkan hewan, peneliti belum menemukan efek samping berbahaya terkait penggunaan azelaic acid.Menurut Healthline, asam azelaik termasuk agen pencerah kulit yang digunakan untuk memudarkan bekas jerawat atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi. Asam azelaik juga menjaga pori-pori tetap bersih, membunuh bakteri, sekaligus mengurangi peradangan.
2. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide mengatasi jerawat dengan cara menyerang bakteri pada kulit. Zat ini juga membantu membersihkan pori-pori dengan mengangkat sel kulit mati untuk mencegah penyumbatan.Menurut situs AAD dan NHS, benzoyl peroxide juga dianggap aman oleh para ahli selama digunaan dalam dosis terbatas. Zat ini juga aman bagi ibu menyusui karena dianggap tidak akan memengaruhi kualitas ASI.
Namun, karena zat ini hanya boleh digunakan dalam dosis terbatas, ibu hamil dan menyusui tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter kulit jika ingin menggunakan skincare yang mengandung benzoyl peroxide.
3. Dapsone
Mengutip dari laman Cleveland Clinic, zat ini dapat mengatasi jerawat dengan cara membunuh bakteri di kulit sekaligus mencegahnya tumbuh kembali.Dalam studi pada hewan, dapsone dianggap aman karena belum terbukti menyebabkan gangguan pada janin maupun cacat lahir. Namun, penting untuk diketahui bahwa belum banyak informasi terkait efeknya pada wanita hamil sehingga wajib dikonsultasikan dengan dokter.
Bahan Skincare yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil Berjerawat

Ibu hamil memang harus ekstra hati-hati dalam memilih skincare dan tidak mudah tergiur dengan produk yang mengklaim bisa membasmi jerawat dengan cepat. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan skincare yang bisa mengatasi masalah jerawat, tapi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil:
1. Retinoid
Retinoid adalah kelompok bahan yang sangat efektif untuk mengatasi jerawat, contohnya tretinoin, adapalene, tazarotene, hingga isotretinoin. Di sisi lain, retinoid juga termasuk bahan yang paling tidak dianjurkan selama kehamilan.Penggunaan retinoid, terutama dalam bentuk oral, terbukti dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin. Meskipun penyerapan retinoid topikal tergolong minimal, masih ada beberapa kasus kelainan bawaan yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan embriopati retinoid (kondisi cacat lahir fisik dan mental pada janin).
Walaupun penelitian dengan skala kecil belum menunjukkan risiko signifikan, para ahli sepakat bahwa hingga tersedia studi dengan jumlah partisipan yang lebih besar, retinoid sebaiknya dihindari sepenuhnya selama masa kehamilan.
2. Spironolactone
Spironolactone termasuk obat diuretik dengan efek anti-androgen yang juga sering diresepkan untuk mengatasi jerawat hormonal. Namun, spironolactone tidak aman digunakan selama kehamilan karena dapat mengganggu perkembangan janin, terutama janin laki-laki.Dikutip dari laman British Association of Dermatologists, penggunaan spironolactone berpotensi memengaruhi perkembangan organ kelamin bayi laki-laki selama kehamilan. Karena risiko ini, spironolactone wajib dihindari selama kehamilan dan biasanya harus dihentikan sebelum program hamil dimulai.
3. Salicylic Acid
Asam salisilat termasuk salah satu bahan yang umum dipakai dalam skincare jerawat. Zat ini bekerja dengan cara eksfoliasi atau mengangkat sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.Asam salisilat umumnya dianggap aman jika digunakan dalam dosis rendah dan jangka waktu terbatas. Karena alasan inilah asam salisilat disarankan dihindari selama masa kehamilan. Jika masih ingin memakainya, wajib berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter kulit untuk meminimalkan risiko efek samping.
Jenis Produk Skincare yang Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Kehamilan merupakan fase penting yang menuntut kehati-hatian ekstra, termasuk dalam memilih produk skincare. Perubahan hormon selama hamil memang sering memicu berbagai masalah kulit seperti jerawat, hiperpigmentasi, atau kulit kusam.
Namun, tidak semua produk perawatan kulit aman digunakan karena beberapa kandungan aktif berpotensi terserap ke dalam tubuh dan menimbulkan risiko bagi perkembangan janin.
Oleh karena itu, ibu hamil perlu memahami jenis produk skincare apa saja yang sebaiknya dihindari sebagai langkah pencegahan, berikut beberapa di antaranya:
1. Produk yang Mengandung Retinoid
Retinoid merupakan kelompok bahan turunan vitamin A yang umum ditemukan dalam produk anti-jerawat dan anti-aging, seperti tretinoin, isotretinoin, adapalene, retinol, hingga tazarotene.Retinoid oral telah terbukti secara kuat bersifat teratogenik atau dapat menyebabkan cacat lahir sehingga penggunaannya selama kehamilan dilarang. Meskipun retinoid topikal memiliki tingkat penyerapan yang jauh lebih rendah, data keamanan pada kehamilan masih terbatas.
Karena itu, pedoman dermatologi dan lembaga kesehatan merekomendasikan menghindari seluruh jenis retinoid selama kehamilan sebagai langkah pencegahan.
2. Produk Pencerah dengan Kandungan Hydroquinone
Hydroquinone sering digunakan untuk mengatasi flek hitam, melasma, dan hiperpigmentasi. Namun, bahan ini diketahui memiliki tingkat penyerapan ke kulit yang relatif tinggi dibandingkan bahan topikal lainnya.Karena itu, para ahli umumnya merekomendasikan agar penggunaan hydroquinone dihindari selama kehamilan, kecuali benar-benar diperlukan dan dievaluasi oleh profesional kesehatan.
3. Skincare dengan Asam Salisilat Konsentrasi Tinggi
Asam salisilat (salicylic acid) merupakan bahan eksfoliator yang efektif untuk kulit berjerawat. Pada konsentrasi rendah (maksimal 2%) dan digunakan secara terbatas (misalnya pada produk spot treatment khusus jerawat), asam salisilat topikal umumnya dianggap relatif aman bagi ibu hamil.Namun, produk dengan konsentrasi tinggi atau prosedur chemical peeling profesional dapat meningkatkan penyerapan ke dalam tubuh dan sebaiknya dihindari selama kehamilan. Untuk keamanan, ibu hamil disarankan membatasi penggunaan eksfoliator kuat dan menghindari perawatan kulit yang agresif.
4. Obat Jerawat Oral Tertentu
Selain skincare topikal, beberapa pengobatan jerawat secara oral juga termasuk dalam kategori tidak aman untuk ibu hamil. Antibiotik golongan tetracycline, seperti doxycycline dan minocycline, diketahui dapat memengaruhi perkembangan pada janin, terutama bila digunakan pada trimester kedua dan ketiga.Oleh karena itu, terapi jerawat oral seperti ini tidak direkomendasikan selama kehamilan dan perlu diganti dengan alternatif yang lebih aman sesuai anjuran dokter.
5. Perawatan Profesional yang Bersifat Agresif
Berbagai perawatan profesional seperti chemical peel yang kuat, laser, atau kombinasi bahan aktif dosis tinggi sebaiknya dihindari tanpa konsultasi medis.Prosedur ini berpotensi meningkatkan penyerapan bahan aktif ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan risiko yang belum sepenuhnya dipahami selama kehamilan. Pendekatan yang lebih konservatif dan minim risiko menjadi pilihan terbaik bagi ibu hamil dengan tetap mengikuti anjuran dokter.
Rekomendasi Skincare untuk Ibu Hamil dengan Masalah Jerawat

Jerawat saat kehamilan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi akibat perubahan hormon. Meski demikian, ibu hamil tidak disarankan sembarangan memilih produk perawatan wajah karena tidak semua kandungan skincare aman digunakan selama masa kehamilan. Berikut beberapa rekomendasi skincare jerawat yang aman bagi ibu hamil:
1. Cetaphil Gentle Skin Cleanser
Pembersih wajah ini memiliki formula lembut dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit kering, normal, kombinasi, hingga berjerawat. Pembersih ini bersifat hipoalergenik dan telah teruji secara klinis mampu membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapan alaminya.Kandungan propylene glycol di dalamnya berfungsi membantu menjaga hidrasi kulit, menjadikannya cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk ini juga praktis dan fleksibel karena dapat digunakan dengan atau tanpa air. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp50.000-Rp55.000 (59 ml).
2. NPURE Cica Hydrating Acne Toner
Toner ini diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat dan semua jenis kulit. Toner ini mengandung daun centella asiatica yang menenangkan dan menyejukkan kulit, 11x Acne Power Fighter untuk melawan jerawat, serta tranexamic acid yang membantu mengurangi hiperpigmentasi atau noda hitam bekas jerawat.Produk ini sudah terdaftar BPOM, halal, dermatologically tested, bebas alkohol, paraben, SLS, dan silikon, sehingga aman bagi ibu hamil dan menyusui. NPURE Cica Hydrating Acne Toner bisa didapatkan di kisaran harga Rp20.000-Rp25.000 (30 ml).
3. Sensatia Indian Fig Finishing Dream Cream
Krim wajah dari Sensatia Botanicals ini yang dirancang khusus untuk kulit berminyak dan kombinasi, membantu menghidrasi sekaligus menyeimbangkan produksi sebum. Formulanya menggabungkan minyak cendana yang bersifat antibakteri untuk melawan komedo dan jerawat.Sementara itu, minyak indian fig kaya linoleic acid yang menyerap tanpa meninggalkan rasa berminyak, sedangkan minyak vanila yang mengandung antioksidan dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Produk yag aman untuk ibu hamil dan menyusui ini dibanderol dengan harga Rp200.000-Rp205.000 (60 ml).
4. NPURE Centella Asiatica Acne Clear Barrier Moisturizer
Pelembap bertekstur gel ini dirancang untuk kulit berjerawat dengan formula yang mengandung Organic Centella Asiatica Extract untuk efek soothing maksimal. Produk ini memadukan 11X Acne Power Fighter yang membantu mengurangi jerawat dan menenangkan kulit kemerahan.Kandungan 5X Ceramide Complex dapat memperkuat skin barrier dan memperbaiki tekstur kulit kasar. Pelembap ini menjaga kelembapan alami kulit, membantu mengurangi noda bekas jerawat, dan membuat kulit terasa lembut serta cerah sepanjang hari. Produk ini juga aman bagi ibu hamil dan bisa dibeli di harga Rp93.000-Rp96.000 (30 gram).
5. Dr.BeeMed Bee Protected Sunscreen SPF 50 PA+++
Produk ini merupakan tabir surya mineral 100% yang dirancang khusus untuk melindungi kulit ibu hamil dari paparan radiasi UVA dan UVB, membantu meratakan warna kulit sekaligus merawat kelembapan dan kesehatan kulit.Produk ini diperkaya sodium hyaluronate yang menenangkan kemerahan akibat panas atau sinar matahari, merawat elastisitas kulit, dan membantu meratakan warna kulit, serta ProVitamin B5, yang menjaga kelembapan kulit, mengurangi pembentukan melanin penyebab warna kulit tidak merata, dan meredakan kemerahan, iritasi, atau gatal.
Tabir surya ini aman untuk ibu hamil dan menyusui, tidak diserap ke aliran darah, dan tidak memengaruhi hormon atau kesehatan janin. Produk ini dapat dibeli di kisaran harga Rp77.000-Rp80.000 (30 gram).
Tips Memilih Skincare Aman saat Hamil agar Jerawat Tidak Parah
Memilih skincare saat hamil memang memerlukan perhatian khusus, terutama bagi ,ereka yang mengalami jerawat. Berikut beberapa tips yang bisa membantu ibu hamil menjaga kulit tetap sehat dan tidak membuat jerawat semakin parah:
1. Pilih Skincare Berbahan Lembut
Gunakan produk dengan formula ringan dan hypoallergenic yang tidak mengiritasi kulit. Bahan-bahan seperti glycerin, hyaluronic acid, niacinamide, dan centella asiatica umumnya aman untuk ibu hamil.Bahan-bahan tersebut dapat menjaga kelembapan sekaligus menenangkan kulit sehingga tidak akan memicu jerawat menjadi lebih parah. Hindari produk dengan scrub kasar atau eksfoliator kuat yang bisa merusak skin barrier.
2. Teliti Membaca Label Kemasan
Sebelum membeli, selalu periksa daftar kandungan dan klaim produk. Pastikan tidak ada bahan yang tidak aman untuk ibu hamil seperti retinoid, hydroquinone, atau salicylic acid dengan konsentrasi tinggi.Label BPOM, dermatologically tested, dan fragrance-free dapat menjadi indikator bahwa produk tersebut lebih aman dan ramah bagi kulit ibu hamil.
3. Pilih Sunscreen Mineral
Perlindungan dari sinar matahari sangat penting agar kulit tidak semakin rusak dan jerawat bisa segera disembuhkan. Bagi ibu hamil, pilih sunscreen berbasis mineral atau physical sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide.Tabir surya jenis ini dianggap lebih aman karena tidak diserap ke dalam tubuh dan aman bagi ibu hamil. Selain itu, perhatikan pula kadar SPF-nya dan pilih sunscreen dengan spektrum luas yang mampu melindungi kulit dari UVA dan UVB.
4. Hindari Bahan yang Tidak Aman
Hindari penggunaan skincare yang mengandung retinoid, hydroquinone, atau salicylic acid dalam dosis tinggi. Bahan-bahan ini berisiko memengaruhi janin atau menyebabkan komplikasi. Jika masih ragu, bisa konsultasikan dengan dokter kandugan atau ahli dermatologi.5. Mulai dengan Rutinitas Skincare Minimalis
Selama hamil, disarankan untuk menggunakan skincare secukupnya, misalnya basic skincare yang lebih sederhana. Pembersih lembut, toner ringan, pelembap aman, dan sunscreen mineral sudah cukup untuk menjaga kulit ibu hamil.6. Konsultasi dengan Dokter atau Dermatolog
Jika jerawat parah atau tidak membaik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter kandungan atau dermatolog. Mereka dapat merekomendasikan produk dan perawatan yang aman untuk ibu hamil tanpa membahayakan janin.Efek Penggunaan Skincare Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Janin

Selama kehamilan, kulit bisa menjadi lebih sensitif akibat perubahan hormon sehingga penggunaan skincare yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah, tidak hanya bagi ibu, tapi juga bagi janin. Berikut ini beberapa efek yang mungkin terjadi jika ibu hamil menggunakan skincare berbahaya:
1. Risiko Cacat Bawaan pada Janin
Bahan seperti retinoid (tretinoin, isotretinoin, atau tazarotene) dapat meningkatkan risiko cacat lahir jika digunakan selama kehamilan, terutama dalam bentuk oral. Meskipun versi topikal memiliki tingkat penetrasi lebih rendah, para ahli tetap menyarankan menghindari seluruh jenis retinoid sebagai langkah pencegahan.2. Gangguan Perkembangan Organ dan Hormon
Beberapa bahan kimia kuat atau tidak teruji, seperti hydroquinone, dapat diserap ke dalam tubuh dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin. Penggunaan jangka panjang atau pada area kulit luas meningkatkan risiko paparan yang lebih serius.3. Iritasi dan Peradangan Kulit pada Ibu
Kulit yang terlalu sensitif selama kehamilan bisa mengalami reaksi yang lebih parah dibanding biasanya. Bahan keras seperti AHA/BHA dosis tinggi, parfum atau pewangi berlebih, maupun kandungan alkohol dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, kering, dan bisa memperparah kondisi jerawat.4. Perburukan Jerawat atau Masalah Kulit
Penggunaan produk yang tidak aman atau terlalu agresif dapat memperburuk jerawat, menyebabkan breakout lebih parah, serta meningkatkan risiko hiperpigmentasi atau bekas jerawat permanen.5. Ketidaknyamanan dan Efek Psikologis bagi Ibu
Reaksi kulit yang negatif akibat skincare berbahaya, seperti kemerahan, gatal, atau breakout parah, dapat menimbulkan stress dan cemas berlebih selama kehamilan. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada kesehatan mental dan fisik ibu hamil.6. Masalah Jangka Panjang pada Kulit
Selain risiko pada janin, penggunaan bahan berbahaya dapat merusak skin barrier, membuat kulit lebih sensitif, kering, atau mudah terkena iritasi di masa mendatang, bahkan setelah kehamilan berakhir.Demikian penjelasan lengkap terkait skincare bagi ibu hamil yang mengalami kondisi kulit berjerawat. Dengan memilih produk yang aman, lembut, dan sesuai kebutuhan kulit, ibu hamil tetap bisa merawat wajah tanpa menimbulkan risiko bagi janin.
Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:
Penulis: M Rifqi Rafly Ramadhan
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id
































