tirto.id - Seorang pria di Swiss terinfeksi hantavirus di tengah kabar mewabahnya patogen itu di kapal pesiar MV Hondius beberapa waktu terakhir. Pemerintah Swiss menyebut bahwa sang pria itu kini tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Kota Zurich.
Pemerintah Swiss telah mengonfirmasi adanya seorang warga negaranya yang terjangkit infeksi hantavirus. Berdasarkan rilis resmi pada Rabu (6/5/2026), otoritas Swiss menjelaskan bahwa pria tersebut dikonfirmasi mengidap wabah hantavirus ketika berada di Swiss.
Oleh pemerintah setempat, pria ini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Universitas Zurich (USZ). Rumah sakit tersebut kini jadi tempat pasien tersebut melakukan isolasi dan dirawat.
“Tes yang dilakukan di laboratorium rujukan di Rumah Sakit Universitas Jenewa (HUG) menunjukkan hasil positif untuk hantavirus,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Swiss.
Hasil uji laboratorium tersebut juga disebut mengonfirmasi bahwa pria tersebut telah tertular virus Andes — yakni satu-satunya strain di kelompok hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak dekat.
Pemerintah Swiss menyebut bahwa istri dari pria ini juga tengah melakukan isolasi, meskipun tidak mengeluhkan adanya gejala. Hal ini disebut sebagai tindakan pencegahan.
“Otoritas kanton [negara bagian] saat ini sedang menyelidiki apakah pasien melakukan kontak dengan orang lain selama periode penularan,” tulis pernyataan Pemerintah Swiss.
Pemerintah setempat juga menyebut bahwa Kantor Kesehatan Masyarakat Federal Swiss (FOPH) telah berkoordinasi dengan lembaga lain dalam penanganan kasus hantavirus ini, termasuk rumah sakit lintas kota hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah Swiss menyebut bahwa penanganan infeksi hantavirus pada pria tersebut masih terkendali. Perkembangan kasus hantavirus ini juga dinilai berlangsung pada taraf yang tidak membahayakan masyarakat Swiss.
“Risiko bagi masyarakat di Swiss rendah,” tulis keterangan Pemerintah Swiss.
Hantavirus sebelumnya tengah menjadi perhatian dunia setelah sebuah kapal pesiar mewah bernama MV Hondius diduga telah menjadi tempat merebaknya wabah patogen itu. Wabah di kapal tersebut pertama dilaporkan WHO pada Senin (4/5) lalu.
Dugaan mewabahnya hantavirus di MV Hondius itu terjadi setelah tiga penumpang tewas dalam rentang waktu berdekatan dan dengan gejala terkait infeksi virus tersebut. Hampir 150 penumpang kapal tersebut kini tengah dievakuasi dari perairan Afrika Barat menuju Kepulauan Canary di Spanyol untuk mendapatkan perawatan yang memadai.
Bagaimana Pria Swiss Ini Tertular Hantavirus?
Menurut keterangan resmi Pemerintah Swiss, warga negaranya yang terinfeksi hantavirus itu masih berkaitan dengan pelayaran MV Hondius. Pria tersebut dan istrinya disebut saling terkait dengan kapal pesiar itu.
Pria ini disebut bukan bagian dari hampir 150 penumpang kapal MV Hondius yang kini tengah dievakuasi ke Kepulauan Canary. Namun, otoritas Swiss menjelaskan bahwa pria ini dan istrinya merupakan penumpang MV Hondius dalam pelayaran sebelumnya.
Keduanya dijelaskan baru saja kembali ke Swiss pada akhir April lalu, setelah mengikuti ekspedisi kutub MV Hondius via Amerika Selatan. Tak lama setelah tiba di Swiss, pria itu merasakan adanya gejala dan kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit di Zurich.
Sampel pemeriksaan pria tersebut kemudian dibawa petugas kesehatan ke laboratorium rujukan di Rumah Sakit Universitas Jenewa. Hasil uji laboratorium itu kemudian mengonfirmasi adanya infeksi hantavirus varian Andes di tubuh pria tersebut.
Hantavirus merupakan kelompok patogen zoonosis yang berpotensi fatal bagi manusia. Virus ini menyebar melalui hewan pengerat sebagai inang alaminya dan menular ke manusia lewat kontak dengan urin, feses, dan air liur hewan yang terkontaminasi.
Mayoritas strain hantavirus dikenal tak memiliki kemampuan untuk menular dari manusia ke manusia. Sejauh ini hanya satu strain hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia, yakni varian Andes.
Varian tersebut ditemukan di kawasan Amerika, termasuk Argentina, negara tempat MV Hondius memulai ekspedisi kutub. Walaupun jarang terjadi, namun varian ini dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak yang sangat dekat dalam jangka waktu lama, seperti pada pasangan atau keluarga.
Sementara itu, otoritas Swiss tidak memberikan informasi terkait dari mana seorang warga negaranya bisa tertular infeksi hantavirus. Belum jelas apakah pria tersebut tertular karena kontak dengan hewan pengerat terkontaminasi atau dari sesama manusia.
Hanya saja, otoritas Swiss menduga bahwa proses penularan hantavirus pada pria tersebut terkait dengan perjalanan MV Hondius yang ia ikuti belum lama ini.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































