tirto.id - Pusat studi kebijakan baru bernama Prasasti Center for Policy Studies resmi diluncurkan di Jakarta, Senin (30/6/2025). Lembaga ini mengklaim sebagai institusi riset independen berbasis data dan analisis, namun diisi oleh sejumlah tokoh yang dekat dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk sang ipar, Soedrajad Djiwandono.
Ketua Dewan Pengawas (Board of Trustees) Prasasti, Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa lembaga ini akan menjaga independensinya dalam merumuskan rekomendasi kebijakan. Menurutnya, perbedaan antara lembaga riset dan pemerintah bisa terjadi karena disparitas data maupun interpretasi terhadap data tersebut.
"Orang berbeda pendapat itu bisa karena datanya beda. Yang kedua, tafsirnya berbeda. Maka, kadang orang dalam dan luar kekuasaan melihat data yang sama tapi kesimpulannya bisa beda," ujar Jimly dalam konferensi pers Grand Launching Prasasti di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan bahwa tugas utama dewan pengawas adalah memastikan kredibilitas hasil kajian dan advokasi kebijakan Prasasti tetap dapat dipercaya publik.
Sementara itu, Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, menyebut lembaga ini hadir sebagai jembatan antara pembuat kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya untuk mempertemukan perspektif berbagai pemangku kepentingan yang selama ini kerap tidak saling memahami.
"Kami mau melihat perspektif dari tiga stakeholders ini. Kadang pembuat kebijakan tidak paham dilema pelaku bisnis. Sebaliknya, pelaku bisnis juga tidak mengerti pandangan pemerintah. Dari sinilah kami memulai," kata Gundy.
Meski demikian, berdasarkan susunan pengurus yang dirilis, sejumlah figur yang terafiliasi dengan lingkar kekuasaan turut duduk di dalamnya.
Di jajaran Board of Advisors, terdapat:
- Burhanuddin Abdullah, eks Gubernur BI dan Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran;
- Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo dan Pendiri PT Arsari Group;
- Prijono Sugiarto, Presiden Komisaris PT Astra International;
- Gandi Sulistyo, anggota Dewan Penasihat Presiden 2023–2024;
- Ellyus Achiruddin, Presiden Direktur PT Bukit Enim Energi.
- Fuad Bawazier, mantan Menkeu dan juru bicara Partai Gerindra;
- Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua MK;
- Laode Masihu Kamaluddin, eks Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran;
- Ronald Waas, eks Deputi Gubernur BI;
- Ilya Avianti, Guru Besar FEB Unpad;
- Soedrajad Djiwandono, mantan Gubernur BI sekaligus kakak ipar Prabowo.
- Chatib Basri, mantan Menkeu dan Kepala BKPM;
- Archandra Tahar, eks Wakil Menteri ESDM dan Komisaris Pertamina;
- Halim Alamsyah, eks Kepala Dewan Komisioner LPS;
- Nawal Nely, eks Deputi Keuangan Kementerian BUMN;
- Erica Soeroto, konsultan pembiayaan perumahan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































