tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan penyebab menumpuknya sampah di sejumlah titik di Jakarta, termasuk di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi akibat gangguan operasional di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Gangguan itu dipicu oleh peristiwa longsor yang terjadi di salah satu zona di TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026) lalu sehingga berdampak pada proses pengangkutan dan pengelolaan sampah dari wilayah Jakarta. Akibatnya, distribusi sampah dari berbagai wilayah di Jakarta mengalami keterlambatan, sehingga terjadi penumpukan di sejumlah lokasi, termasuk di pasar dan permukiman warga.
“Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A, memang harus ada waktu 10 hari untuk kita tata kembali, tapi sekarang ini sudah tertata kembali dan beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Namun, Pramono memastikan bahwa saat ini kondisi di TPST Bantar Gebang telah kembali normal. Politikus PDIP ini memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah pun sudah berjalan seperti biasa.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan langkah-langkah percepatan untuk membersihkan tumpukan sampah yang sempat terjadi di sejumlah titik.
“Tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali karena memang Bantar Gebang sudah bisa digunakan kembali,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Kantor SAR Jakarta menyatakan seluruh korban yang sempat dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di TPST Bantar Gebang, sudah ditemukan. Dalam proses pencarian, korban meninggal dunia terakhir ditemukan Senin (9/3/2026) pukul 23.30 WIB.
"Pukul 23.30 WIB, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban yang teridentifikasi bernama Riki Supriadi (L/40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati," ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/3/2026).
Dari penemuan korban terkahir itu, secara keseluruhan jumlah korban meninggal dunia mencapai tujuh orang, sedangkan korban selamat berjumlah enam orang.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































