tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta digelar secara meriah namun tidak berlebihan. Pesan itu disampaikannya di tengah situasi politik yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengukuhkan 16 anggota Akademi Jakarta periode 2026-2031 di Balai Kota, Senin, 23, Juni 2026.
Menurut Pramono, perayaan ulang tahun Jakarta tetap penting untuk menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat. Namun, pemerintah perlu menjaga agar euforia tersebut tidak berlebihan.
"Membuat kegembiraan masyarakat, tetapi tidak berlebihan. Karena bagi saya, dalam kondisi suhu politik yang seperti ini, kegembiraan penting tetapi tidak kemudian berlebihan," kata Pramono.
Pernyataan itu muncul saat Pemprov DKI tengah menyiapkan sejumlah agenda perayaan HUT Jakarta yang berlangsung sejak 21 Juni puncaknya akan berlangsung pada 27 dan 28 juni. Beberapa kegiatan dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran HI.
Meski tidak menjelaskan lebih jauh mengenai situasi politik yang dimaksud, pernyataan Pramono menarik perhatian karena disampaikan di tengah upaya Pemprov membangun citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan terbuka.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pramono menyebut ruang seni, budaya, dan ekspresi publik menjadi elemen penting dalam memperkuat identitas Jakarta.
"Pembangunan fisik dilakukan, tetapi bukan yang utama. Yang paling utama adalah membuat masyarakat Jakarta menjadi nyaman," ujarnya.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































