tirto.id - Pemprov Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek tujuan Blok M-PIK 2, Kamis (22/5/2025) ini. Rute yang melintasi kawasan Banten itu diketahui memiliki jarak sepanjang 72,8 kilometer.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, meyakini rute baru tersebut nantinya akan menjadi primadona bagi warga yang ingin berwisata ke kawasan PIK 2.
“Saya meyakini trayek ini akan menjadi salah satu trayek primadona. Karena wisatawan yang datang ke PIK 2 ini maupun PIK 1 sampai April [mencapai] 1,4 juta orang,” kata Pramono, saat meresmikan rute baru di Terminal PIK 2, Banten, Kamis.
Pramono menjelaskan nantinya bus Transjabodetabek akan berhenti di sebanyak 11 halte di wilayah Jakarta, dan 13 halte di wilayah Banten.
“Titik yang diberhentiin atau halte yang berhenti adalah 11 di wilayah Jakarta, 13 di wilayah Banten,” jelasnya.
Pramono menambahkan keseluruhan rute itu memiliki jarak tempuh antara 165 sampai dengan 180 menit. Dalam rute itu, nantinya juga akan disediakan 20 armada bus yang melayani para penumpang.
“Waktunya kalau normal peak hour sekitar 180 menit, kalau lagi ini [sepi] sekitar 165. Jadi, 165 menit sampai dengan 180 menit,” tutur Pramono.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan nantinya tarif yang dipatok dalam rute Transjabodetabek Blok M-PIK 2 ini dimulai dari Rp2 ribu.
Tarif Rp2 ribu itu disebut Syafrin berlaku mulai dari pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Sedangkan dari pukul 07.00 WIB pagi hingga 22.00 WIB, tarif yang berlaku Rp3,5 ribu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pramono karena telah membuka sebanyak dua rute Transjabodetabek di kawasan Banten.
“Alhamdulillah hari ini adalah yang kedua pembukaan trayek ke wilayah Banten. Wilayah Banten ini ujungnya di sini. Daerah yang PIK 2 ini. Jadi saya mengucapkan terima kasih, penghargaan yang setinggi-tingginya ke Pak Gubernur,” kata Dimyati, kepada para wartawan di lokasi, Kamis.
Dimyati mengatakan perluasan rute Transjabodetabek ke kawasan PIK 2 ini sangat membantu untuk mengurangi kemacetan. Menurut dia, dengan adanya Transjabodetabek ini, nantinya masyarakat dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Ini yang dibangun oleh DKI Ini sangat bagus sekali, membangun transportasi publik. Supaya apa? Supaya traffic transportasi Itu makin berkurang dan beban jalan makin berkurang,” katanya.
Dimyati mengatakan sebagai wilayah penyangga dari Jakarta, konektivitas antara Banten dan Jakarta harus dibangun dengan baik.
“Berarti kalau penyangga adalah kakinya yang menguatkan Jakarta. Maka ini koneksitas yang harus dibangun antara Banten dan Jakarta,” tutup Dimyati.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























