tirto.id - Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, menyebut, jumlah penumpang harian Transjakarta mengalami peningkatan setelah pemberlakuan instruksi wajib naik transportasi umum (transum) bagi ASN Pemprov Jakarta setiap hari Rabu. Ia menerima laporan kenaikan jumlah penumpang harian Transjakarta mencapai 100 ribu orang.
Ia menjelaskan, semula jumlah penumpang harian Transjakarta sebanyak 1,3 juta orang. Setelah pemberlakuan kewajiban naik transum bagi ASN tiap Rabu, angka itu melonjak menjadi 1,4 juta orang per harinya.
“Kemarin hasil evaluasi kami dan juga laporan dari Dirut Transjakarta, ketika ASN hari Rabu kita minta untuk naik transportasi umum, kenaikan Transjakarta dari 1,3 [juta] menjadi 1,4 [juta per harinya]. Artinya ada kenaikan 100 ribu,” ujar Pramono usai meresmikan rute Transjabodetabek Vida Bekasi-Cawang, di Halte Cawang UKI, Jakarta Timur, Kamis (15/5/2025).
Kenaikan jumlah penumpang hingga 100 ribu itu, disebut Pramono, terjadi karena ASN Pemprov Jakarta yang jumlahnya mencapai 62 ribu, mulai mengajak keluarganya untuk ikut naik transum.
“Kenapa bisa naik 100 ribu? Karena ASN Jakarta dan sekitar ini adalah 62 ribu. Artinya keluarganya pun pelan-pelan juga akan memakai transportasi umum,” terangnya.
Ia menilai, instruksi wajib naik transum tiap Rabu itu berhasil. Pramono pun memastikan akan tetap menjalankan kebijakan tersebut.
“Maka dengan demikian, untuk itu setiap Rabu akan terus kami lanjutkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Pramono juga sempat menyatakan bahwa tingkat kepatuhan ASN di lingkup Pemprov Jakarta yang menggunakan setiap Rabu mencapai 96 persen.
Pramono menyebut, tingkat kepatuhan itu bisa tinggi karena fasilitas parkir kendaraan pribadi di Balai Kota Jakarta ditiadakan selama hari Rabu. Selain itu, layanan transportasi antar jemput bagi para ASN juga tidak beroperasi.
“Jadi yang pertama kepatuhan itu 96%. Karena saya mendapatkan laporan secara langsung untuk minggu lalu dari Kepala Dinas Perhubungan. Kenapa bisa tinggi? Karena memang pertama parkirnya kita tidak perbolehkan di sini. Yang kedua sarana transportasi yang selama ini mengangkut ASN kita tidak keluarkan dari depo-depo yang ada,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/5/2025) lalu.
Selain itu, Pramono juga menyebut tingkat kepatuhan para ASN untuk menggunakan transum meningkat karena seluruh layanan transum di Jakarta digratiskan bagi mereka setiap Rabu.
“Dan mereka sekarang ini kalau mau menggunakan fasilitas angkutan umum kan gratis mau naik dari manapun. Sehingga dengan demikian itulah yang membuat kenapa tingkat kepatuhannya tinggi,” jelas Pramono.
Sebagai informasi, kewajiban menggunakan transum bagi ASN Jakarta setiap hari Rabu mulai diberlakukan sejak Rabu (30/4/2025) alu. Kewajiban tersebut diterapkan sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal Bagi Pegawai di Lingkungan Pemprov Jakarta Pada Setiap Hari Rabu.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































