tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia pada 2025 telah mendekati US$5 miliar—meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan bahkan naik 33,7 persen dibandingkan 2023. Namun, menurutnya peningkatan nilai perdagangan tersebut baru permulaan.
Presiden Prabowo menilai kedua negara masih dapat bersama-sama menetapkan target untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral, utamanya pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
“Pencapaian ini hanyalah permulaan, bukan batas maksimal. Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia,” kata Prabowo saat memberikan pidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).
Prabowo menilai peningkatan perdagangan dapat dicapai karena karakteristik Indonesia dan Rusia saling melengkapi. Dalam pandangannya, Rusia memiliki gandum, pupuk, komoditas energi, hingga kemampuan sains dan teknik tingkat lanjut.
Sebaliknya, Indonesia merupakan negara yang memiliki keunggulan berupa komoditas minyak sawit mentah (CPO), karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, hingga banyak tenaga kerja muda. Indonesia juga merupakan gerbang bagi 680 juta orang di ASEAN.
“Ekonomi Indonesia dan Rusia bukanlah bayangan cermin (bukan pesaing yang sama dalam segala hal). Saya percaya justru itulah mengapa keduanya dapat bekerja sama,” sambung Prabowo.
Tidak hanya karakteristik negara yang saling melengkapi, Prabowo juga menilai peningkatan perdagangan dapat dicapai melalui rencana berlakunya FTA Indonesia-EAEU pada awal 2027 serta hubungan ekonomi yang semakin erat antarkomunitas bisnis kedua negara.
Karena itu, Prabowo mengajak para pengusaha Rusia untuk tidak hanya datang dan menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan, tetapi juga sebagai basis produksi. Dus, diharapkan keterjangkauan pasar para pengusaha Rusia akan semakin luas.
“Datanglah ke Indonesia, bekerjalah bersama kami, berproduksilah bersama kami. Mari kita bangun industri bersama, mari kita ciptakan nilai (tambah) bersama,” ucapnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































