tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menantang para pengusaha rakus untuk mencoba “membeli” pejabat di Kabinet Merah Putih. Tantangan itu disampaikannya setelah ia menerima laporan mengenai pernyataan sejumlah pengusaha yang mengklaim bahwa hukum di Indonesia mudah diakali karena tidak ada pejabat yang tak bisa dibeli.
“Saya mendapat laporan bahwa beberapa orang ini, dalam pertemuan mereka, mengatakan, ‘Oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak dapat dibeli.’ Nah, saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya,” kata Prabowo dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dikutip Jumat (23/1/2026).
Prabowo menegaskan, sejak dirinya dilantik sebagai presiden, era pengusaha membeli pejabat telah berakhir. Dengan penegakan hukum yang tegas, ia meyakini para pengusaha rakus tersebut akan terkejut melihat langkah-langkah pemerintah ke depan.
“Mereka akan mendapati diri mereka sangat terkejut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan ilegal. Tak lama berselang, izin 28 perusahaan dengan total lahan lebih dari 1,01 juta hektare juga dicabut karena terbukti melanggar hukum, antara lain dengan membangun perkebunan di kawasan hutan lindung.
Menurut Prabowo, penindakan tersebut di satu sisi menunjukkan bahwa para pengusaha rakus telah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap supremasi hukum. “Mungkin para pengusaha serakah ini merasa tidak perlu mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia. Atau mungkin mereka merasa bisa membeli semua pejabat pemerintah Indonesia,” katanya.
Namun di sisi lain, ia menilai langkah tersebut sebagai upaya penegakan hukum kehutanan yang paling berani dan menantang dalam sejarah Indonesia. Selain sektor kehutanan, pemerintah juga telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal.
“Namun staf saya melaporkan, Pak, setidaknya masih ada 1.000 atau lebih tambang ilegal lainnya. Mungkin masih banyak lagi,” kata Prabowo, seraya mewanti-wanti para pengusaha rakus.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































