tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Presiden Republik Indonesia pada Senin (12/1/2026) sore. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah aspek pembangunan, mulai dari akses jalan hingga fasilitas umum.
Keterangan itu disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (13/1/2026) malam. Teddy menjelaskan, Prabowo bermalam di IKN setelah menjalani rangkaian agenda kerja di Kalimantan.
“Ada beberapa perhatian dan masukan dari Bapak Presiden terkait pembangunan kota tersebut. Antara lain terkait akses jalan, desain gedung pemerintahan dan fasilitas umum, serta fungsi beberapa titik strategis yang harus termanfaatkan dengan baik & nyaman,” tulis Teddy, dikutip Tirto, Rabu (14/1/2026).
Menurut Teddy, Presiden tiba di kawasan IKN pada malam hari dan langsung menuju Istana Negara untuk bermalam.
“Presiden Prabowo mendarat di lapangan Istana Negara sekitar pukul 19.00 untuk selanjutnya menginap dan pada pagi hari tadi mengunjungi beberapa titik pembangunan serta menerima paparan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono,” lanjutnya.
Dalam peninjauan tersebut, Prabowo memberikan sejumlah perhatian dan masukan terkait pembangunan IKN kepada Otorita IKN (OIKN) dan Kementerian PU.
Kunjungan ini menandai keterlibatan awal Prabowo sebagai Presiden dalam memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana, serta memenuhi aspek fungsional, dan kenyamanan sebagai pusat pemerintahan baru.
“Presiden Prabowo menginap di IKN setelah pada pagi harinya meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan dan siang harinya meresmikan RDMP Pertamina di Kalimantan Timur,” tulis Teddy.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan sejak awal Prabowo memberi perhatian serius agar pembangunan fasilitas negara di IKN dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Prasetyo di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Dalam rapat, Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono. Menurut Prasetyo, catatan Presiden mencakup aspek desain dan fungsi bangunan.
“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.
Prasetyo menegaskan, koreksi tersebut ditujukan untuk memastikan pembangunan IKN tidak hanya cepat, tetapi juga fungsional dan optimal sebagai pusat pemerintahan.
“Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” terang Prasetyo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































