Menuju konten utama

Prabowo: RI Sudah Swasembada Pangan 8 Komoditas, Daging Belum

Prabowo juga memamerkan pemerintah telah berhasil tidak mengimpor lagi solar dari luar negeri dan menghemat devisa Rp170 triliun atau 9,5 miliar dolar AS.

Prabowo: RI Sudah Swasembada Pangan 8 Komoditas, Daging Belum
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/sgd/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden RI, Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan pada 2026. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk mencapai swasembada daging sapi yang ditargetkan terealisasi dalam lima hingga enam tahun ke depan.

“Karena itu, tahun ini, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan,” kata Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Prabowo merinci, delapan komoditas yang telah mencapai swasembada yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

“Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” ujarnya.

Meski begitu, Prabowo mengakui Indonesia belum mencapai swasembada daging sapi. Pemerintah, kata dia, akan terus mengupayakan agar komoditas tersebut bisa mencapai swasembada dalam beberapa tahun mendatang.

“Saudara-saudara kita masih belum swasembada daging sapi, itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam 5 sampai 6 tahun ke depan,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut kondisi pangan Indonesia saat ini berada dalam keadaan aman. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengklaim Indonesia mampu menghadapi tantangan pangan, termasuk ancaman El Nino yang disebutnya berpotensi menjadi yang paling dahsyat tahun ini.

“Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Nino-nya akan berarti El Nino yang paling, paling dahsyat,” ujarnya.

Salah satu kebijakan yang disebut Prabowo mendukung peningkatan produksi pangan adalah penyederhanaan penyaluran pupuk. Pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

“145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, penurunan harga tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan volume ketersediaan pupuk bagi rakyat. Purnawirawan TNI ini menyebut kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pupuk dan pada akhirnya mendorong peningkatan produksi.

“Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan, harga turun tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita, saudara-saudara,” ujarnya.

“Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan,” lanjut Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI ini juga mengklaim keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen meski harga pupuk turun dan volume ketersediaannya bertambah.

“Dan pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan capaian swasembada pangan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para penyuluh pertanian.

“Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian (Amran Sulaiman), didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri,” ujarnya.

“Ini semua dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia,” lanjut Prabowo.

Prabowo Klaim RI Mulai Swasembada Energi

Selain pangan, Prabowo menyebut pemerintah mulai mewujudkan janji swasembada energi. Salah satunya melalui produksi diesel berbasis kelapa sawit dengan skema B50.

“Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar. Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia mulai 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut, menurut Prabowo, membuat negara menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika Serikat.

“Sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” ujarnya.

“Dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun rupiah, sekitar 9,5 miliar dolar Amerika tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri,” lanjut Prabowo.

Ia menegaskan capaian tersebut tidak seharusnya membuat pemerintah berpuas diri. Menurutnya, berbagai program pemerintah harus terus dijalankan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Janji makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas. Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat,” kata Prabowo.

“Sekali lagi ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher