Menuju konten utama

Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan & 3.000 Sumber Air Bersih

Prabowo menilai TNI-Polri telah mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pembangunan jembatan dan sumber mata air bersih.

Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan & 3.000 Sumber Air Bersih
Presiden Prabowo Subianto (tengah) mencoba keripik hasil olahan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menyaksikan hasil riset dan inovasi di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Presiden Prabowo Subianto mengundang lebih dari 150 periset dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia untuk memamerkan dan menjelaskan secara langsung hasil riset dan inovasi yang mendukung program-program prioritas pemerintahan seperti tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Gentengisasi, pengolahan sampah, dan program-program lainnya seperti kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, serta program tiga juta rumah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat (AD) untuk masyarakat di berbagai daerah di Indonesia pada Kamis (13/8/2026).

"Hari ini kita resmikan 3.395 jembatan yang telah dibangun oleh TNI dan Polri dan 3.000 sumber air bersih yang telah dibangun oleh TNI Angkatan Darat," katanya secara virtual.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang telah membangun berbagai infrastruktur dasar tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di daerah terpencil.

Tidak hanya itu, Prabowo menilai TNI-Polri telah mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pembangunan jembatan dan sumber mata air bersih.

"Saudara-saudara ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu. Saudara bukan tentara biasa, saudara bukan polisi biasa. Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat," ujar dia.

Prabowo berkomitmen akan membangun banyak proyek-proyek yang lebih besar di masa depan. Sebab, saat ini Indonesia sedang berjalan menuju negara modern dengan kekuatan ekonomi yang besar. Namun, dia mengakui proyek-proyek besar tersebut membutuhkan investasi dalam jumlah besar.

"Banyak lagi proyek yang nanti saya akan resmikan, proyek-proyek yang gemilang, proyek-proyek strategis, proyek-proyek yang membawa Indonesia menjadi negara modern maju menjadi negara makmur," tuturnya.

Kebutuhan investasi tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan masyarakat yang berada di wilayah terpencil. Untuk saat ini, pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

"Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil," tegas Prabowo.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, mengatakan, TNI AD telah membangun 6.240 jembatan dan titik fasilitas penyediaan air bersih. Infrastruktur dasar tersebut bahkan sudah dimanfaatkan oleh 4,5 juta warga dari seluruh pelosok Indonesia.

"Kami sudah membuat di 6.240 titik kegiatan jembatan dan air, 3.008 jembatan dan 3.232 untuk (fasilitas) air bersih dan air persawahan," terangnya.

Menurut Maruli, pembangunan infrastruktur jembatan dinilai telah berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.

"Masyarakat dalam distribusi logistik menggunakan mobil, kalau yang kecil-kecil menggunakan motor. Dan ini cukup berpengaruh. Dan juga bisa memfasilitasi 4,5 juta jiwa penerima manfaat," kata dia.

Dengan telah dibangunnya ribuan jembatan tersebut, Prabowo berpesan kepada masyarakat setempat untuk merawat dengan baik fasilitas yang telah dibangun oleh TNI bersama Polri itu. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi aturan batas maksimal seberapa berat beban yang dapat melalui jembatan.

"Dan, yang paling penting nanti dirawat jembatan-jembatan itu. Dirawat dengan baik. Ikuti petunjuk-petunjuk, ya. mungkin juga ada batas, batas berat yang bisa dipikul, ya, atau yang boleh lewat setiap saat," tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher