Menuju konten utama

Prabowo Minta Mendagri Tangani Banjir Jawa: Sisir Zona Merah

Prabowo Subianto menerima laporan banjir, tanah longsor, dan genangan air di berbagai daerah yang terjadi di Kabupaten Pati, Kudus, dan Jakarta Utara.

Prabowo Minta Mendagri Tangani Banjir Jawa: Sisir Zona Merah
Foto udara banjir merendam permukiman dan persawahan di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/tom.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan cepat terhadap dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Diinstruksikan pula untuk melakukan pemetaan dengan penyisiran daerah rawan bencana.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden menerima laporan terkait banjir, tanah longsor, dan genangan air di berbagai daerah. Antara lain terjadi di Kabupaten Pati, Kudus, dan Jakarta Utara.

Laporan tersebut dibahas Prabowo dalam rapat terbatas pada Sabtu (17/1/2026). Rapat tersebut merespons tingginya curah hujan di sejumlah wilayah.

“Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).

Terminal Induk Jati Kudus terendam banjir

Suasana Terminal Induk Bus Antar Kota Jati Kudus yang terendam banjir di Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Dalam rapat tersebut juga dilaporkan adanya sejumlah tanggul yang jebol di wilayah terdampak. Kondisi itu menjadi perhatian serius Presiden karena berpotensi memperluas dampak banjir ke kawasan lain.

Selain penanganan darurat, Presiden Prabowo juga menginstruksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk segera mengidentifikasi wilayah dan zona rawan banjir, rob, serta genangan air.

Identifikasi tersebut dimaksudkan sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi dan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

“Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya,” ujar Prasetyo.

Upaya penanganan jalur rel kereta terdampak banjir di Pekalongan

Petugas mendorong karung berisi batuan kricak (batuan kecil) yang akan digunakan sebagai konstruksi tambahan pada ruas rel kereta api yang terendam banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.

Prasetyo juga menyampaikan Presiden membuka kemungkinan untuk meninjau langsung wilayah terdampak banjir, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah daerah di Pulau Jawa terdampak hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Wilayah tersebut antara lain Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta Utara.

Pemerintah pusat, kata Prasetyo, tengah melakukan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk penanganan darurat serta penyusunan mitigasi jangka menengah.

“Nanti kita rencanakan [kunjungan],” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PENANGANAN BANJIR atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah