tirto.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir di Sumatra saat ini telah memasuki tahap III.
"Nah, sekarang kita masuk tahap ketiga. Tahap ketiga ini ada dua [fokus], yang satu adalah kita menggunakan puskesmas yang sudah beroperasi untuk merawat masyarakat di desa terisolir dan masyarakat di pos pengungsian, karena ada seribu pos pengungsian, itu sekitar 300 ribu warga," kata Budi usai menghadiri acara Ground Breaking Pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (8/1/2026).
Budi memastikan, puskesmas akan beroperasi baik untuk terus merawat masyarakat. Sementara di pos pengungsian, akan dibantu oleh relawan karena terbatasnya tenaga puskesmas.
"Nah, relawan yang diurus Kemenkes sekarang sudah ada 4.100 [orang], banyak dari Jogja juga, dari UGM, dari Muhammadiyah, dari Dompet Dhuafa, Rumah Sakit, relawan pengalaman COVID-19. [Sebab] ini tidak bisa selesai sendiri," lanjutnya.
Budi menargetkan pemulihan layanan kesehatan ini akan rampung pada bulan Maret 2026. Imbas bencana banjir pada November 2025 lalu, total 87 rumah sakit di tiga provinsi berhenti beroperasi.
Dalam dua minggu, Kemenkes berhasil memulihkan sembilan rumah sakit sehingga dapat beroperasi kembali."Nah, tahap satu, yakni recovery kesehatan dalam dua minggu, sembilan [rumah sakit] ini semua beroperasi," ujarnya.
Selain rumah sakit, kata Budi, sebanyak 1.268 puskesmas terdampak, 850 di antaranya berhenti beroperasi. Namun, ia menjelaskan hingga akhir Desember 2025 lalu, hanya tersisa empat puskesmas yang belum beroperasi. "Yang lainnya sudah beroperasi, walaupun tidak penuh ya, karena ambulansnya masih rusak, segala macam, alatnya juga belum semua perbaiki," pungkasnya.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id





























