tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia merupakan negara yang sekali pun tidak pernah gagal bayar utang. Bahkan, rezim kepemimpinan selanjutnya selalu membayarkan utang dari pemerintahan sebelumnya.
"Indonesia dalam sejarah kami tidak pernah sekali pun gagal membayar utang kami. Tidak sekali pun. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya," kata Prabowo dalam gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, presiden-presiden yang menjabat selanjutnya akan selalu menghormati utang yang dibuat oleh pendahulunya.
Sebagai informasi, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.
"Presiden-presiden yang berkuasa selanjutnya akan selalu menghormati utang pemerintah sebelumnya," tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, tidak pernah gagal bayar inilah yang kemudian berhasil membuat Indonesia tetap kredibel di mata dunia. Kata Prabowo, tidak mudah untuk melindungi kredibilitas yang selama bertahun-tahun sudah dibangun ini.
"Kredibilitas, sekali hilang, sangat mahal diperoleh kembali," tuturnya.
Karenanya, untuk menjaga kredibilitas tersebut, pemerintah juga akan selalu menjaga perdamaian di Indonesia. Pada saat yang sama, kebijakan akan selalu dikalibrasikan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Perdamaian dan stabilitas di negara saya tidak terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kami, Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kerja sama daripada konfrontasi, dan selalu persahabatan daripada permusuhan," tegas Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































