Menuju konten utama

Prabowo Bakal Takbiran di Sumut dan Salat Idul Fitri di Aceh

Prabowo akan bertolak ke Sumut untuk melaksanakan takbiran, kemudian akan melakukan salat Id di Aceh, pada pagi hari, 21 Maret 2026.

Prabowo Bakal Takbiran di Sumut dan Salat Idul Fitri di Aceh
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menyampaikan pemerintah telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI, Jakarta sebesar kurang lebih 4.000 meter persegi untuk dibangun gedung MUI dan lembaga-lembaga Islam lainnya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Sumatra Utara untuk menghabiskan malam Ramadan. Setelahnya, esok hari, Sabtu (21/3/2026), Presiden dijadwalkan untuk salat Idulfitri bersama para korban bencana Sumatra.

"Iya, betul. Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara dan Insyaallah akan salat Idulfitri di Aceh besok pagi," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi, dikutip Jumat (20/3/2026).

Meski begitu, Teddy tidak menjelaskan lebih rinci, di wilayah mana tepatnya Prabowo akan menghabiskan malam Ramadan dan melaksanakan salat Idulfitri.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Agama RI (Menag), Nasaruddin Umar, mengumumkan hasil sidang isbat penentu 1 Syawal 1447 hijriah. Dalam sidang tersebut dilibatkan para ulama dan sejumlah ahli.

Dari sidang isbat tersebut dinyatakan bahwa syarat minimum hilal belum terpenuhi, sehingga, umat Muslim di seluruh Indonesia akan berpuasa selama 30 hari penuh hingga besok.

"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya hilal terlihat disepakati bahwa 1 Syawal pada Sabtu, 21 maret 2026," kata Nasaruddin dalam konferensi pers Sidang Isbat Idulfitri 1447 Hijriah, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

Disebutkan Nasaruddin, penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah ini telah berdasarkan penghitungan hisab (perhitungan) dan rukyat (melihat langsung hilal). Sehingga, lebaran tahun ini akan berbeda dari Muhammadiyah yang akan menjalankan salat ied, besok (20/3/2026).

Lebih lanjut dia menerangkan, keputusan itu telah melalui proses konfirmasi kepada petugas pemantauan hilal di 117 titik. Selain itu, dilakukan konfirmasi lagi kepada penerima informasi pemantauan hilal yang menyatakan bahwa tidak ada satu pun wilayah terlihat.

"Adapun data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik," tutur Nasaruddin.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra