Menuju konten utama

PPIH Minta Jemaah Tak Abaikan Sakit Saat Tiba di Tanah Air

PPIH meminta agar jemaah segera memeriksakan kondisi kesehatannya apabila merasakan gejala sakit setelah tiba di Indonesia.

PPIH Minta Jemaah Tak Abaikan Sakit Saat Tiba di Tanah Air
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Medan berdoa setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (12/6/2025). Sebanyak 355 jamaah haji dan empat petugas haji asal Kota Padang Sidempuan tiba di Bandara Internasional Kualanamu setelah menunaikan ibadah haji 2025 di tanah suci. ANTARA FOTO/Yudi Manar/nym.

tirto.id - Lebih 20 ribu jemaah haji sudah tiba di tanah air sejak proses pemulangan pertama pada 11 Juni 2025, lalu. Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. M. Imran, meminta agar jemaah segera memeriksakan kondisi kesehatannya apabila merasakan gejala sakit setelah tiba di Indonesia.

"Kalau ada gejala sakit, misalkan demam, batuk, sesak nafas, kami anjurkan agar segera berobat ke rumah sakit maupun puskesmas," kata Imran dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/6/2025).

Imran menilai gejala sakit tersebut bisa timbul karena kondisi yang kurang fit usai perjalanan ibadah haji. Terlebih, pemeriksaan menjadi penting apabila gejala tersebut dirasakan kurang dari 14 hari sejak tiba dari tanah suci.

"Jangan lupa ceritakan riwayat perjalanan haji Anda, agar mendapatkan pelayanan dan penanganan yang tepat. Keluarga Bapak/Ibu sudah menunggu di tanah air.Tentunya mereka berharap dalam keadaan yang sehat," tutur Imran.

Sementara itu, Imran menjelaskan kondisi terkini di tanah suci Makkah dan Madinah yang memasuki masa puncak musim panas. Oleh sebab itu, sebagian jemaah haji masih melanjutkan perjalanan ibadahnya di tanah suci, baik Makkah maupun Madinah, diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang mencapai 47 derajat celcius.

"Kami ingatkan bahwa Arab Saudi saat ini telah memasuki puncak panas, bulan Juni-Juli. Di mana pada hari ini saja, suhu di Makkah mencapai 45 derajat celsius. Sementara di Madinah sudah mencapai 47 derajat celcius. Ini akan terasa lebih panas karena keringnya udara dan kelembapannya rendah," terang Imran.

Imran mengatakan, hingga kini, jumlah jemaah haji yang sudah mendapatkan layanan kesehatan di kloter sebanyak 72.100 orang dengan kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, diabetes dan komplikasi. Sementara itu, yang dirawat inap di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 238 orang dengan penyakit pneumonia, diabetes dan juga jantung koroner atau serangan jantung

Adapun jumlah jemaah yang wafat di tanah suci hingga hari ke-44, sebanyak 275 jemaah.

"Semoga Allah Swt selalu memberikan kesehatan dan melindungi jemaah haji yang saat ini masih berada di tanah suci atau pun sudah berada di Tanah Air. Kami doakan agar kemabruran haji dapat membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat yg madani, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama