tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan pencarian terhadap jemaah haji yang hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026. Jemaah tersebut atas nama Muhammad Firdaus Ahlan (73) yang tergabung dalam kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol.
"Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah beserta seluruh PPIH menyampaikan keprihatinan mendalam kepada istri dan keluarga serta seluruh anggota rombongan," kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, di Makkah, Rabu (20/5/2026).
Ichsan mengatakan, PPIH memahami bahwa situasi ini menimbulkan kecemasan dan kesedihan yang cukup berat, terutama bagi keluarga yang menanti kabar di Tanah Air. Kehilangan kontak dengan keluarga di negara lain tentu menjadi ujian yang sangat berat.
Karena itu, kata Ichsan, sejak laporan diterima, PPIH Arab Saudi telah melakukan proses pencarian secara serius serta berkelanjutan hingga saat ini. Berdasarkan laporan awal, Firdaus memakai kaos putih dan sarung.
Kronologi Hilangnya Firdaus
Firdaus dilaporkan tidak kembali ke hotel sejak Jumat (15/5/2026). PPIH Arab Saudi awalnya mendapatkan laporan dari aplikasi Kawal Haji pada 16 Mei 2026.
"Informasi terakhir, beliau keluar hotel tanpa membawa kartu identitas," kata Ichsan menjelaskan kronologinya.
Hingga saat ini, kata Ihsan, berbagai langkah pencarian terus dilakukan, mulai dari pengumpulan rekaman CCTV dan informasi dari jemaah lain yang mungkin melihat keberadaan Firdaus.

Berdasarkan info dari CCTV hotel pada jam 9.04 waktu Arab Saudi, kata Ichsan, yang bersangkutan keluar dari hotel sendirian tanpa membawa pengenal apa pun, kecuali gelang haji dengan pakaian putih dan sarung hitam.
Saat itu, kata Ichsan, di lobi hotel suasana sepi karena sebagian besar jemaah sudah bersiap-siap dan berangkat untuk melaksanakan salat Jumat.
Menurut Ichsan, sejak informasi tersebut diterima, PPIH langsung membentuk sejumlah tim yang terdiri dari beberapa orang. Di lapangan, tim ini dibagi berdasarkan lokasi-lokasi strategis. Misal, ada yang menyisir hotel ke hotel, ada yang menyisir area Masjidil Haram, dan tim lain menyisir di jalan-jalan.
Pencarian dilakukan tidak hanya di wilayah Makkah, tapi juga mengerahkan tim dari Perlindungan Jemaah (Linjam) wilayah kerja Madinah. "Pencarian terus dilakukan sampai ke rumah sakit, baik yang berada di Makkah sampai ke rumah sakit yang ada di luar kota Makah," kata Ichsan.
Selain itu, kata Ichan, PPIH berkoordinasi secara insentif dengan pihak kepolisian Arab Saudi. Ichsan mengatakan, pihaknya juga membuat laporan kepolisian berkaitan dengan jemaah hilang.
"Kami memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung, karena kami informasikan bahwa jemaah tersebut dalam proses pelaksanaan ibadah haji didampingi oleh istri beliau," kata Ichsan.
"Kami juga mengimbau khususnya para jemaah Indonesia di Tanah Suci apabila melihat atau memperoleh informasi terkait keberadaan Bapak Muhammad Firdaus Ahlan, agar segera menghubungi petugas haji terdekat," kata dia.
Ichsan juga meminta jemaah haji di Tanah Suci untuk saling jaga, tidak bepergian sendirian. "Kami juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, hindari penyebaran foto maupun narasi yang bersifat spekulatif ataupun hoaks," kata Ichsan.
Di tengah ikhtiar ini, Ichsan mengajak semua pihak untuk turut mendoakan agar Firdaus Ahlan segera ditemukan dalam keadaan sehat, selamat, dan berada dalam lindungan Allah SWT.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































