tirto.id - Puncak ibadah haji 2026 menjadi perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara rutin mengecek persiapan puncak haji yang dikenal dengan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Salah satunya yaitu kesiapan terkait tenda di Arafah.
Pengecekan tenda bertujuan agar jemaah haji Indonesia bisa khusyuk dalam beribadah saat wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah dan Mina. Pada Sabtu (9/5/2026), Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj yang juga menjabat Ketua PPIH Arab Saudi, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, mengecek langsung persiapan tenda di Arafah.
Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait). Di tempat ini rencananya akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.
"Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya," kata Ian kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.

Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jemaah haji.
"Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," kata pensiunan jenderal TNI tersebut.
Untuk memudahkan penempatan, kata dia, nantinya setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah.
Penempatan Jemaah di Tenda dan Ketersediaan Air
Terkait pengisian tenda, lanjut Ian, satu tenda tidak selalu ditempati jemaah yang berasal dari satu kloter penuh. Penempatan akan diatur sesuai kapasitas, tetapi tetap memperhatikan kedekatan antarjemaah dalam satu kloter.
"Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh," kata Ian.
Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, PPIH Arab Saudi juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.

Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, tetapi belum merata di seluruh area. Namun, pihaknya akan terus memastikan fasilitas ini dalam pengecekan selanjutnya yang dijadwalkan dilakukan lima hari ke depan.
"Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya enggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas," kata Ian.
Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas tenda, pemerintah akan mencocokkan data kapasitas dengan jumlah jemaah secara detail.
Timeline Puncak Haji 2026
Berdasarkan Rancangan Perjalanan Haji (RPH), rangkaian puncak ibadah haji 1447 H dimulai pada Senin (25/5/2026) sore atau 8 Dzulhijjah, saat jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah.
Sementara pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan 26 Mei 2026. Wukuf ini adalah inti dari prosesi ibadah haji, seperti bunyi hadis "al hajju arafah" yang artinya "haji adalah wukuf di Arafah."
Jemaah haji lantas menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) sebelum berlanjut ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah. Bagi jemaah yang mengikuti murur, tidak akan turun dari bus dan langsung menuju Mina.
Selanjutnya pada hari-hari tasyrik 11–13 Dzulhijjah, jemaah menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah, dengan opsi nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.
Berikut jadwal puncak ibadah haji 2026 berdasarkan RPH yang dirilis Kemenhaj:
- Senin, 25 Mei 2026: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
- Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- Minggu, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























