Menuju konten utama

Polisi Pastikan Tak Pernah Halangi Keluarga Jenguk Delpedro Dkk

Dermawan mengatakan, keluarga inti para tahanan tetap diberikan akses kunjungan setiap hari Senin sampai Kamis, pukul 09.00–15.00 WIB.

Polisi Pastikan Tak Pernah Halangi Keluarga Jenguk Delpedro Dkk
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi usai memberikan bansos kepada pengemudi ojol di Gedung Promoter, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025). Tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya memastikan tak pernah menghalangi keluarga dan rekan Delpedro cs untuk menjenguk Direktur Eksekutif Lokataru Foundation itu maupun tahanan lain di sel tahanan. Namun, ia mengatakan, Polda Metro Jaya memiliki aturan untuk jam besuk tahanan yang harus dipatuhi.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali, mengatakan bahwa keluarga inti para tahanan tetap diberikan akses kunjungan setiap hari Senin sampai Kamis, pukul 09.00–15.00 WIB. Mereka juga diizinkan menitipkan makanan dengan catatan telah melewati proses pemeriksaan petugas.

“Jadi, informasi sulit untuk membesuk, saya Direktur Tahti memastikan tidak benar karena kami selalu memberikan peluang kepada keluarga inti, keluarga dekat, bahkan sahabat-sahabat mereka yang ingin berkunjung, itu kami berikan peluang. Seperti itu," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025).

Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya, Kombes M. Ginting, menambahkan bahwa pengecekan kesehatan terhadap seluruh tahanan yang berada di rutan dilakukan secara rutin, bahkan pemeriksaan dilakukan setiap hari dengan prosedur medis lengkap.

“Perhari ini saja jumlah yang kami periksa itu ada kesehatannya ya, 72 orang, 70 laki-laki dan 2 orang perempuan. Dan ketika di dalam menjalankan kegiatan pemeriksaan di sini, ketika misalnya ada keluhan pun kami menyiapkan tim medis, dokter dan perawat, yang siap senantiasa untuk menampingi," ujar Ginting.

Dia merinci, pemeriksaan kesehatan tahanan meliputi pengecekan denyut nadi, suhu tubuh, hingga wawancara terkait keluhan kesehatan. Kendati demikian, jika ada indikasi kesehatan tertentu akan dilakukan pemeriksaan laboratorium tambahan.

“Seperti cek kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain. Jadi bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar berdasarkan kebutuhan medis,” ungkap dia.

Terkait dengan isu adanya mogok makan tahanan aksi anarkis, Ginting mengungkap tidak ada tanda-tanda pada saat pemeriksaan kesehatan para tersangka kasus tersebut. Oleh karena itu, dia memastikan bahwa isu itu tidak benar.

Sebelumnya, Sizigia Pikhansa selaku kakak aktivis Gejayan, Syahdan Husein, menyatakan bahwa adiknya melakukan aksi mogok makan di dalam rutan sebagai bentuk perlawanan dari dalam tahanan Polda Metro Jaya.

Sizigia mengemukakan, aksi mogok makan dilakukan Syahdan sejak 11 September 2025 dan berlanjut hingga kini. Total ada 16 tahanan lain yang juga melakukan aksi tersebut sebagai bentuk dukungan.

Baca juga artikel terkait AKSI MASSA atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher