Polisi Pastikan Pemilu di Malaysia dan Negara Lain Berjalan Aman

Reporter: Ayu Mumpuni, tirto.id - 12 Feb 2024 16:45 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran, pelaksanaan pemilu di dalam dan luar negeri secara umum dipastikan aman.
tirto.id - Polri memastikan pemilu di Johor Bahru, Malaysia (11/2/2024) yang sempat diberitakan ricuh, sudah bisa diatasi.

“Tadi baru saja melaksanakan zoom dengan PPLN, khususnya di KL Johor dan Kinabalu. Memang ada antrian, tapi semua bisa teratasi, apalagi kita dibantu oleh teman-teman di PPLN. Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” kata Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2024).

Menurut Fadil, secara umum semua penyelenggaraan pemilu berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Hal itu dapat terwujud, ujar dia, karena kerja sama yang baik antar-stakeholder.

Dijelaskan Fadil, dirinya terus melakukan pemantauan serta evaluasi hingga pagi tadi.

Ia menambahkan, pengamanan masih akan dilakukan hingga penghitungan suara serentak pada 14 Februari 2024. Selain itu, tambahnya, terdapat dua negara yang masih belum melakukan pencoblosan.

“Tinggal dua negara, yaitu di Hongkong dan Taipei yang akan dilaksanakan pada [tangga] 13 dan 14. Alhamdulillah PPLN, TPS LN, semua berjalan lancar dan aman, tertib,” ujar Fadil.

Menurutnya, di dalam negeri situasi menjelang pencoblosan terbilang kondusif. Bahkan, ancaman terorisme yang sempat masuk dalam isu kerawanan dijamin terkendali.

“Kemudian di dalam negeri sendiri situasi kamtibmas tetap kondusif dan terkendali. Situasi nasional kondusif, paling kita dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi terkait pergeseran anggota ke titik-titik TPS yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” ungkap Fadil.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengakui ada sejumlah masalah dalam proses pemungutan suara di TPS luar negeri.

Tapi menurutnya, permasalahan tersebut telah tertangani dengan baik. Dia menyebut permasalahan itu bisa diselesaikan karena bantuan dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di setiap kedutaan.

"Ada saja masalah muncul di sana sini, tapi dengan dukungan Perwakilan RI, PPLN di masing-masing negara dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik," kata Iqbal dalam keterangan pers, Senin (12/2/2024).

Dia menjelaskan bahwa proses penyelenggaraan pemilu di luar negeri tidak mudah karena harus berurusan secara hukum dengan pemerintah luar negeri.

"Tidak mudah memang menyelenggarakan pemilu di luar negeri. Karena kita harus menghormati hukum dan aturan setempat," kata dia.






Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Ayu Mumpuni


Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight