JK Disambangi Anies dan Komentarnya terhadap Film Dirty Vote

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 12 Feb 2024 14:50 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Jusuf Kalla, fakta yang diungkap dalam film Dirty Vote baru 25 persen dari keseluruhan yang terjadi di lapangan.
tirto.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menyambangi rumah Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) di masa tenang Pemilu 2024 pada Senin (12/2/2024). Anies mengunjungi rumah JK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam rangka memperingati ulang tahun istri JK, Mufidah Kalla.

JK meminta Anies untuk beristirahat di masa jeda tenang Pemilu. Menurutnya, Anies telah banyak beraktivitas selama 75 hari.

"Saya bilang ke Pak Anies, kalau perlu dua hari dua malam tidur. Bayar yang beberapa bulan [ke belakang] tidak ada waktu tidur," kata JK.

JK juga bercerita mengenai keikutsertaanya dalam kampanye akhir yang dilaksanakan di Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, kampanye yang dilaksanakan di JIS menjadi pengalaman unik karena harus berjalan hingga 3 kilometer untuk menuju lokasi.

"Kita ingin ketemu, kita ingin sampaikan terima kasih karena semua memilih datang dan saya cerita sedikit yang kemarin," ujarnya.

Selain itu, JK juga ikut mengomentari film dokumenter Dirty Vote (2024) yang disutradarai Dandhy Laksono. Menurutnya, film tersebut hanya menggambarkan 25 persen dari fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.

"Saya sudah nonton dan itu betul luar biasa. Tapi menurut saya, film itu masih lebih ringan dari kenyataan yang ada dewasa ini. Baru sekitar 25 persen karena tidak mencakup apa yang terjadi di kampung-kampung, di daerah-daerah, bagaimana bansos diterima orang, bagaimana petugas-petugas datangi orang,” ungkapnya.

Menurutnya, jika ada pihak yang menganggap film tersebut adalah fitnah, maka harus berani menunjukkan bagian mana yang dianggap fitnah.

“Jadi ini mungkin sutradaranya lebih sopan. Itu saja sudah ada pihak yang marah apalagi kalau dibongkar semuanya. Semua orang menyatakan fitnah, tapi coba tunjukkan di bagian mana fitnahnya karena semua ada datanya di film itu" ungkapnya.




Baca juga artikel terkait MASA TENANG PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin


Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight