Harga Beras di Jakarta Tembus Rp16 Ribu/Kg: Mahal & Langka

Reporter: Faesal Mubarok, tirto.id - 12 Feb 2024 15:23 WIB
Harga beras di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, mencapai Rp16.000 per kilogram.
tirto.id - Harga beras di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, mencapai Rp16.000 per kilogram. Salah satu pedagang, Safira, (50), mengakui, angka tersebut meningkat di awal 2024.

“Saat ini beras langka, ini saja sudah Rp16.000," ungkap Safira kepada Tirto, Senin (12/2/2024).

Selain mahal, beras di pasar induk, sulit dicari. Banyak merk beras yang tiba-tiba langka di pasaran.

“Saya ke Pasar Induk Beras Cipinang ketemunya cuma 10 merk, biasanya banyak,” kata Safira.

Sementara itu, HR & Corporate Communication Director Transmart, Satria Hamid, mengaku, heran dengan kebijakan importasi beras yang besar-besaran namun tidak berpengaruh pada stok beras di pasaran.

“Impor itu untuk membuat barang tersebut ada di pasaran, pertanyaannya, impor sudah diselenggarakan tapi di lapangan faktanya berasnya hilang, berasnya enggak ada gitu,” kata Satria.

“Impor bagus sebagai upaya menjaga stok kebutuhan tapi faktanya sekarang enggak ada,” tambah Satria.

Lebih lanjut, Satria mengakui di beberapa daerah terjadi kelangkaan beras. Dia menuturkan kondisi ini terjadi baik di retail modern maupun di pasar tradisional.

Tak hanya sampai di situ, peretail mengakui melakukan pembatasan pembelian pada gerainya lantaran untuk mengintervensi ketersediaan kepada konsumen lebih merata. Sementara itu, dia mengakui, pihaknya sudah melakukan pembatasan pembelian 1 pack beras per konsumen, yang sebelumnya dilakukan pembatasan hanya 2 pack per konsumen.

“Di kami yang sebelumnya membatasi 2, sekarang menjadi 1, karena kita harus menjaga stok, mau enggak mau harus kita batasi,” ucap Satria.

Sementara itu, dia pun meminta pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar dan menstabilkan harga sebelum masuk masa pasar Ramadan. Hal itu lantaran kebutuhan konsumen akan jauh lebih melonjak.



Baca juga artikel terkait HARGA BERAS RI atau tulisan menarik lainnya Faesal Mubarok
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight