Menuju konten utama

Polisi Akan Selidiki Penyerangan Pasutri di Pondok Gede, Bekasi

Serangan oleh orang tak dikenal itu menyebabkan sang suami, EU (65) meninggal dunia, sementara istrinya, P (60) dalam kondisi kritis.

Polisi Akan Selidiki Penyerangan Pasutri di Pondok Gede, Bekasi
Ilustrasi Pembunuhan. foto/istockphoto

tirto.id - Penyidik Polda Metro Jaya mengerahkan tim Unit Jatanras untuk membantu proses penyelidikan pasangan suami dan istri (pasutri) di Pondok Gede, Kota Bekasi, yang diserang orang tidak dikenal (OTK). Dalam kasus ini, korban EU (65) meninggal dunia dan istrinya, P (60) dalam kondisi kritis.

"Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3/2026).

Dijelaskan Budi, kepolisian menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Dia memastikan penyelidikan dan pengejaran pelaku pelaku akan dilakukan, bahkan diharapkan segera dapat ditangkap.

Budi pun belum dapat mengungkap apakah kasus ini terkait pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan. Meskipun barang berharaga korban hilang dibawa para pelaku.

"Terkait motif, hingga saat ini masih dalam pendalaman. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan," tutur Budi.

Sebelumnya, polisi mengungkap cara penyerangan yang dilakukan kepada pasutri di salah satu rumah daerah Pondok Gede. Sang suami sudah meninggal dunia saat ditemukan sementara sang istri mengalami luka.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menerangkan bahwa korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Bahkan, korban P harus menjalani operasi dan saat ini dalam keadaan kritis.

"Luka-luka benda tumpul semua di kepala, kepala bagian belakang. Kami masih menunggu hasil resmi dari rumah sakit ya," tutur Andi kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Menurut Andi, peristiwa ini terjadi pada dini hari, sebelum waktu sahur. Anak korban yang berada di kamar lantai dua rumah curiga karena ibunya tidak membangunkan untuk membantu perisapan makan sahur.

"Kemudian kenapa ini bisa ketahuan? Karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," kata dia.

Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Alfons Yoshio Hartanto