tirto.id - Polda Metro Jaya membantah ada upaya penganiayaan seorang tersangka di dalam sel hingga akhirnya muncul serikat tahanan.
"Kami membantah ada informasi tersebut. Kami sudah cek. Sudah cek Pak Dir Tahti. Jadi sempat ada informasi tersebut. Salah satu tersangka menyebutkan adanya tersangka lain yang telah dilakukan penganiayaan. Setelah dicek tidak benar dan sudah dilakukan proses pemeriksaan kesehatan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, di Gedung Promoter, Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2025).
Ary menjelaskan, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya. Ia pun meminta sejumlah pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan.
"Jadi nah ini juga kami wajib mengedukasi ini kepada masyarakat. Mohon jangan memberitakan informasi yang tidak benar. Termasuk para pihak yang sedang kami tangani proses penyidikannya," ujar dia.
Ade Ary memastikan bahwa semua tahanan dipenuhi hak-haknya. Polda Metro Jaya, kata dia, juga selalu menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah kepada seluruh tahanan.
Sebagai informasi, kemunculan serikat tahanan diberitahukan sejumlah pihak yang menyatakan mantan tahanan politik. Mereka mengungkap bahwa adanya penyiksaan kepada salah satu tahanan tanpa menyebut siapa orangnya.
Wilson Obrigados selaku salah satu perwakilan koalisi itu mengungkapkan, serikat tahanan dibentuk pada 4 Oktober 2025. Serikat ini diketuai oleh aktivis Gejayana Memanggil, Syahdan Husein.
"Tujuan dari Serikat Tahanan Politik ini adalah menyerap asporasi anggota serikat tahanan politik selama proses hukum berlangsung, juga sebagai sumber otentik perihal informasi mengenai kondisi para anggota selama proses penahanan," tutur dia dalam keterangan resmi.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































