Menuju konten utama

Petugas Haji Pelajari Alur Pergerakan Jemaah di Jalur Jamarat

PPIH menyiagakan 60 personel khusus, yang akan dibagi ke dalam lima pos utama untuk membantu jemaah haji saat kegiatan melempar Jumrah Aqabah.

Petugas Haji Pelajari Alur Pergerakan Jemaah di Jalur Jamarat
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan geladi posko pergerakan jemaah di lantai 3 Jamarat, Mina. FOTO/MCH 2025

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan geladi posko pergerakan jemaah di lantai 3 Jamarat, Mina. Di tempat ini, jemaah haji akan melempar Jumrah Aqabah pada malam 10 Zulhijah.

Geladi posko dipimpin oleh Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna), Kolonel Laut Harun Arrasyid. Tujuan kegiatan ini guna mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi imbas kepadatan pergerakan jemaah.

"Gelombang jemaah pada malam 10 Zulhijah menuju Jumratul Aqabah sangat besar, sehingga kami antisipasi dengan pos-pos yang sudah dipetakan,” ujar Harun di Mina, Rabu (28/5/2025) dini hari.

Harun berujar, lantai 3 Jamarat memiliki kerawanan lebih tinggi dibanding jalur bawah. Sebab, sirkulasi pergerakan jemaah lebih padat, terutama saat malam lempar jumrah pertama.

Untuk itu, PPIH menyiagakan 60 personel khusus, yang akan dibagi ke dalam lima pos utama. Mereka dijadwalkan berjaga dalam berbagai sif. Tak hanya itu, kata Harun, tambahan layanan juga datang dari tim lansia dan disabilitas, yang ikut memperkuat jajaran.

“Kami siapkan sistem evakuasi estafet, antarpos, agar jamaah yang kelelahan bisa segera dibantu tanpa harus memutar jalur,” jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa jalur terowongan Mina bersifat satu arah. Sehingga butuh strategi khusus agar penanganan darurat tetap lancar. Termasuk, layanan saat membantu jemaah haji yang sakit.

Pada orientasi itu, Harun memandu langsung para petugas berjalan kaki dari tenda-tenda jamaah, melewati terowongan Mina, hingga berhenti tepat di depan area jamarat.

Selama perjalanan, ia menunjuk titik-titik sektor ad hoc, pos pantau, dan tim Mobile Crisis Rescue (MCR). Semua itu menjadi checkpoint penting demi memastikan arus jamaah terkendali, terutama saat suhu panas atau antrean panjang.

“Kami juga terus menguatkan sosialisasi kepada ketua kloter dan petugas lapangan. Jemaah harus paham detail teknisnya supaya tidak bingung saat pergerakan besar berlangsung,” tegas Harun.

Petugas haji yang disiagakan di lantai atas Jamarat berasal dari Daerah Kerja (Daker) Madinah. Mereka akan disebar di berbagai pos siaga. Selain itu, petugas haji dari Daker lain turut diperbantukan demi menyukseskan rangkaian ibadah haji.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Andrian Pratama Taher