Menuju konten utama

Petugas Haji Bakal Dapat Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Menhaj  sebut asuransi BPJS Ketenagakerjaan untuk petugas haji ditargetkan rampung pekan kedua bulan ini.

Petugas Haji Bakal Dapat Asuransi BPJS Ketenagakerjaan
Diklat Calon Petugas Haji 2026 Pekan Kedua Fokus Materi Tusi Pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memasuki hari ke-10. Pada pekan kedua ini, para calon petugas haji dibagi per tugas dan fungsi (tusi) agar lebih fokus pada bidang layanan masing-masing. "Kami berharap teman-teman para petugas itu bisa fokus pada tugas dan fungsinya. Misalnya konsumsi ya, catering," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat mengunjungi lokasi diklat, Senin (19/1/2026).

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa nota kesepahaman (MoU) terkait asuransi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan BPJS Ketenagakerjaan saat ini tengah difinalisasi.

Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan asuransi itu ditargetkan selesai pada April.

“Di samping itu, MoU terkait asuransi PPIH dengan BPJS Ketenagakerjaan sedang difinalisasi dan ditargetkan selesai pada minggu kedua April 2026,” ujar Gus Irfan dalam rapat dengan Komisi VIII, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah memproses kesiapan tenaga pendukung PPIH di Arab Saudi. Hal itu, kata Gus Irfan masih dalam proses pembahasan untuk Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU).

“Untuk tenaga pendukung PPIH Arab Saudi, KMHU masih dalam proses pembahasan,” ucapnya.

Selain itu, kartu Nusuk bagi tenaga pendukung direncanakan akan diterbitkan sebelum fase Armuzna, yakni fase puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh unsur pendukung operasional siap saat pelayanan jemaah mencapai puncaknya.

Lebih jauh, pemerintah juga melakukan mitigasi risiko terhadap potensi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap penyelenggaraan haji. Kata Gus Irfan, hal itu dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kesiapan operasional tetap terjaga.

“Kami juga perlu mencatat bahwa mitigasi risiko terhadap eskalasi krisis Timur Tengah telah dikoordinasikan dengan para pemangku kementerian, baik internal maupun eksternal. Sampai dengan saat ini, jadwal keberangkatan petugas masih berjalan sesuai rencana,” beber Gus Irfan.

Baca juga artikel terkait PETUGAS HAJI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana