Menuju konten utama

Kemenhaj DIY: Petugas Haji Harus Siap Bantu & Ditanya Jemaah

Menurut Jauhar, ketika sudah memakai seragam petugas, maka jemaah hanya tahu dia adalah petugas haji.

Kemenhaj DIY: Petugas Haji Harus Siap Bantu & Ditanya Jemaah
Sejumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta bersilatirahmi dengan Plt Kepala Kanwil Kemenhaj DIY, Jauhar Mustofa, beserta jajarannya, Jumat (13/2/2026). tirto.id/Abdul Aziz

tirto.id - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj DIY, M. Jauhar Mustofa, memberikan arahan bagi para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, saat sowan ke kantornya, pada Jumat (13/2/2026). Salah satu poin penting yang disampakan adalah harap hukumnya bagi para petugas haji menjawab tidak tahu bila ditanya jemaah.

"Jangan sekalipun ketika ada jemaah yang mau minta bantuan dan pertolongan dengan menjawab tidak tahu, atau tidak paham karena tugasnya konsumsi, misal,” kata Jauhar di Kantor Kemenhaj DIY, Jumat (13/2/2026).

Menurut Jauhar, ketika sudah memakai seragam petugas, maka jemaah hanya tahu dia adalah petugas haji. Karena itu, para petugas ini harus memahami tugas dan fungsi (tusi) layanannya secara baik. Selain itu, para petugas juga mesti memahami tusi layanan lain untuk mengantisipasi pertanyaan dan permintaan bantuan jemaah. Misalnya, petugas konsumsi mesti paham juga layanan di luar tusinya.

​Karena itu, dalam arahannya, Jauhar menekankan pentingnya kesiapan bagi para petugas, baik secara teknis, mental, pengetahuan, dan kerja sama tim. Ia berpesan agar para petugas mulai melakukan pemetaan masalah sedini mungkin.

“Belanja masalah itu harus dilakukan oleh setiap petugas yang nanti akan terjun ke Arab Saudi. Sekaligus tentu siapkan antisipasi, mitigasi, lalu solusinya,” kata Jauhar.

Jauhar juga menekankan, siapapun yang butuh pertolongan dari petugas haji (termasuk PPIH Klaoter), maka wajib hukumnya memberikan bantuan. Hal ini juga Jauhar tekankan kepada para petugas kloter, yang akan membersamai jemaah langsung di kloter-kloter terkait.

“Tidak boleh kemudian hanya mengandalkan ini berasal dari Jogja, terus hanya Jogja yang dilayani. Ketika sudah memakai rompi seperti ini, namanya petugas haji, harus siap,” kata Jauhar.

Sementara itu, para petugas PPIH Arab Saudi menyatakan kesiapannya untuk menjaga nama baik DIY dan memberikan pelayanan terbaik terhadap duyufurrahman atau para tamu Allah.

Harapannya, dengan adanya bekal arahan dari Kanwil Kemenhaj DIY, para petugas memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan teknis yang akan ditemui di Tanah Haram nanti.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fahreza Rizky