Menuju konten utama

Perusahaan Asal Rusia, Zarubezhneft Siap Garap Blok Tuna

Saat ini Zarubezhneft sedang aktif mencari mitra baru untuk kelanjutan proyek blok migas tersebut.

Perusahaan Asal Rusia, Zarubezhneft Siap Garap Blok Tuna
Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) berbincang dengan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa (kiri) dan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto (tengah) sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Zarubezhneft, akan menggarap Blok Tuna. Saat ini, Zarubezhneft sedang aktif mencari mitra baru untuk kelanjutan proyek blok migas yang terletak di lepas pantai Natuna Timur tersebut.

“Rusia, Zarubezhneft, dia akan mengerjakan Tuna. Lagi mencari mitra juga,” ucap Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam paparan capaian kinerja SKK Migas di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (22/7/2025).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menjelaskan bahwa plan of development (POD/rencana pengembangan) 1 Blok Tuna mulanya dioperatori oleh perusahaan asal Inggris, yakni Harbour Energy Group.

Penggarapan tersebut bermitra dengan ZN Asia Ltd (ZAL), anak usaha Zarubezhneft. Akan tetapi, situasi tersebut dipengaruhi oleh geopolitik, di mana Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

“KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Harbour, (operator) yang sebelumnya, tidak bisa lanjut kalau ada sanksi dari AS di mitra sebelahnya. Harbour selaku operator bersedia untuk menyerahkan data-datanya kepada operator selanjutnya,” kata Rikky.

Dia menyampaikan bahwa yang kini menjadi kepentingan Indonesia adalah Blok Tuna berproduksi sesuai target.

Oleh karena itu, sebagaimana yang disampaikan Djoko, Zarubezhneft perlu mencari mitra atau investor-investor baru untuk mengoperasikan blok tersebut.

“Jadi, kami menunggu bersama bahwa ZAL bisa mengkonklusikan siapa saja mitra-mitra yang mau mengambil bagiannya Harbour (di Blok Tuna),” kata Rikky.

Rikky mengatakan, yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana proses divestasi Blok Tuna dapat selesai pada Juli. ZAL, kata dia, belum memiliki pengalaman yang terlihat dalam menjalankan kegiatan operasional di lapangan sebelumnya.

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengambil Migas Data Repository (MDR) untuk membuka data soal Blok Tuna. Selain itu, ada NDA antara Harbour dengan sejumlah calon investor.

“Untuk siapa? Itu nanti kita tunggu tanggal mainnya. Yang jelas, Juli harus selesai. Pak Kepala sudah memerintahkan Juli ini harus selesai (divestasi),” kata Rikky.

Baca juga artikel terkait BLOK MIGAS

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Editor: Dwi Aditya Putra