Pertumbuhan Kredit Agustus 1,04%, BI Sebut Permintaan Belum Pulih

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 28 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit Agustus 2020 hanya mencapai 1,04 persen year on year (yoy).
tirto.id - Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit Agustus 2020 hanya mencapai 1,04 persen year on year (yoy). Angka ini memburuk dari posisi Juli 2020 yang sudah melambat di angka 1,5 persen secara yoy.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan perlambatan kredit perbankan ini disebabkan karena permintaan yang belum pulih. Dunia usaha dan masyarakat, katanya, belum banyak yang berminat memiliki kredit di tengah pandemi COVID-19 yang masih menimbulkan ketidakpastian.

“Lebih banyak faktor permintaan pandemi COVID-19. Kegiatan ekonomi indikasinya baru membaik. Masalah kebutuhan kredit, permintaan belum kuat,” ucap Perry dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2020).

Perry menambahkan saat ini likuiditas perbankan berada dalam posisi cukup bahkan bisa disebut berlebih. Suku bunga juga sudah diturunkan hingga mencapai level 4 persen.

Meski dari sisi suplai tidak ada masalah, ia mengakui juga ada faktor lain yang membuat penyaluran kredit tumbuh melambat.

Pasalnya, bank menghadapi risiko yang lebih tinggi di tengah pandemi COVID-19 terutama berkaitan kredit bermasalah alias non performing loan (NPL).

Hal ini juga yang menyebabkan suku bunga kredit tampak lamban untuk turun. Ia mencontohkan suku bunga deposito turun hingga 134 basis poin tetapi suku bunga kredit hanya 83 basis poin jika dibandingkan antara Juli 2019 sampai dengan Agustus 2020.

“Faktor risiko kredit. Keperluan perbankan melakukan pencadangan. Itu kenapa penurunan suku bunga kredit tidak secepat dana,” ucap Perry.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN KREDIT atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight