Menuju konten utama

Pertamina Belum Tentukan Sikap usai Pasokan BBM Gagal Terserap

Sebelumnya Roberth berharap bahwa kedatangan kargo tahap pertama ini dapat menambal kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU swasta.

Pertamina Belum Tentukan Sikap usai Pasokan BBM Gagal Terserap
Ilustrasi Mobil Tangki BBM Pertamina. Antaranews/ Andika Wahyu
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) murni atau base fuel sebanyak 100 ribu barel milik PT Pertamina (Persero) batal diserap oleh SPBU swasta. Pertamina pun masih belum memiliki langkah lanjutan terkait BBM yang belum terjual tersebut.

Awalnya, PT VIVO Energy Indonesia sempat menyetujui rencana pembelian BBM dari Pertamina sebanyak 40 ribu barel. Namun perjanjian pembelian tersebut batal, BP-AKR juga menarik diri dari pembicaraan pembelian tersebut.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengaku bahwa pihaknya belum dapat memberikan langkah pasti setelah kedua SPBU swasta tersebut membatalkan pembelian BBM.

"Seiring dengan perkembangan terkini, maka akan dibicarakan lagi ya," kata Roberth pada Tirto, Kamis (2/10/2025).

Sebelumnya, Roberth sempat berharap bahwa kedatangan kargo tahap pertama ini dapat menambal kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU swasta yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Dia juga menekankan mekanisme penyediaan pasokan BBM kepada VIVO dengan menggunakan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa alasan pembatalan tersebut karena base fuel Pertamina mengandung etanol sebesar 3,5 persen. Padahal, menurut regulasi, kandungan etanol dalam BBM diperbolehkan hingga batas 20 persen.

"Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini mengenai konten. Kontennya ada kandungan etanol. Secara regulasi itu diperkenankan, etanol itu sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen etanol. Sedangkan (BBM punya Pertamina) ada etanol 3,5 persen," ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Kemudian, terkait dengan negosiasi dengan SPBU Shell, Achmad mengatakan tidak terjalin karena ada birokrasi internal Shell yang harus ditempuh.

"Tidak bisa melakukan (negosiasi dengan Shell) dikarenakan bahwa ada birokrasi internal yang harus ditempuh," jelasnya.

Diketahui, sejauh ini Pertamina sudah dua kali bertemu manajemen SPBU swasta, yakni pada Jumat (19/9/2025) dan Selasa (23/9/2025). Dalam pertemuan pertama, SPBU swasta menyatakan kesediaannya membeli produk BBM berbasis base fuel yang belum dicampur aditif dan pewarna.

Pertamina dan SPBU swasta juga sepakat menggunakan mekanisme harga secara open book dan melibatkan pihak independen untuk menjamin transparansi kualitas produk. Pertemuan kedua pun dihadiri oleh seluruh BU swasta, termasuk Vivo, AKR, Exxon, BP, dan Shell. Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun SPBU swasta yang setuju menyuntik BBM dari Pertamina.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra