Menuju konten utama

Pertamax Naik, Bahlil Pastikan Tarif Logistik Tetap Stabil

Bahlil yakin kenaikan BBM non-subsidi tak memicu harga komoditas naik karena logistik memakai BBM subsidi.

Pertamax Naik, Bahlil Pastikan Tarif Logistik Tetap Stabil
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini tidak akan ada kenaikan harga komoditas dalam waktu dekat imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax. Sebab, kendaraan logistik tetap menggunakan BBM bersubsidi.

"Ada yang mengatakan bahwa BBM ini swasta punya, yang harga pasar naik, logistik naik. BBM [untuk] truk, angkutan umum, untuk logistik, itu semua disubsidi, pakai minyak subsidi. Dengan harapan agar tidak ada kenaikan harga [komoditas]," ucapnya dalam kegiatan Indef, Kamis (25/6/2026).

Ia menyebutkan, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi dengan mempetimbangkan nilai ekonomi masyarakat yang tidak mampu. Di satu sisi, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi karena penggunanya tergolong masyarakat yang mampu.

Bahlil pun menyinggung masyarakat dengan kendaraan bermotor roda empat merek terkenal agar tidak lagi menggunakan BBM subsidi.

"Kalau kau enggak malu ya sudah, kau beli mobil kecil supaya kau pakai minyak subsidi. Jangan kau pakai mobil Mercedes, kau pakai mobil BMW, kau minta minyakmu disubsidi. Ya gimana?

Itu saya ngomong kepada keluarga besar di Himpi ya. Saya tidak ngomong kepada yang lain ya," urainya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menyinggung soal kondisi geopolitik yang menjadi penyebab kenaikan harga minyak dunia. Ia mengaku tidak merasakan dampak setelah sejumlah negara yang terlibat konflik mengaku mencapai perjanjian damai.

Pasalnya, setelah mencapai perjanjian damai, sejumlah negara itu disebut kembali menyinggung satu sama lain. Ia pun memperkirakan kondisi geopolitik yang berimbas kepada harga minyak dunia itu akan terus terjadi hingga Desember 2026.

"Saya mulai berpikir bahwa, terjelek, sampai dengan Desember, dinamika ini masih akan seperti ini terus. Supaya saya tidak mau jadikan baseline yang bagus-bagus, kemudian damainya nanti susah untuk kita ukur. Mendingan saya katakan bahwa perang masih terjadi, sekalipun insyaAllah sudah reda," ucap Bahlil.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana