Menuju konten utama

Perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor Masih Tahap Kajian

Kemenhub kini menunggu rencana lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya, termasuk skema pendanaan perpanjangan layanan LRT Jabodebek ke Bogor.

Perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor Masih Tahap Kajian
Sejumlah calon penumpang menunggu kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Senin (30/6/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah jumlah perjalanan dan operasional rangkaian LRT Jabodebek menjadi 24 rangkaian sekaligus meningkatkan jumlah perjalanan harian dari 366 menjadi 398 perjalanan yang berlaku mulai 1 Juli. ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek menuju Bogor masih berada pada tahap kajian yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero).

"LRT Jabodebek ke Bogor saat ini PT KAI, PT Adhi Karya sedang lakukan kajian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan rencana perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor, di Jakarta, Minggu (28/6/2026) dilansir dari Antara.

Menurut Allan, rencana perpanjangan LRT Jabodebek menuju Bogor telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden yang diterbitkan pada 2015.

"Terkait perpanjangan ini sudah ada Perpres-nya di tahun 2015," ujar Allan.

Kemenhub kini menunggu rencana lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya, termasuk skema pendanaan yang akan digunakan untuk merealisasikan perpanjangan layanan tersebut.

"Dan kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa," beber Allan singkat.

Kendati begitu, Allan belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pengembangan LRT Jabodebek ke Bogor karena Kemenhub masih menunggu hasil kajian yang disusun PT KAI dan PT Adhi Karya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga Bogor. Rencana tersebut, menurut perseroan, telah masuk ke dalam master plan pengembangan perusahaan.

Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, membenarkan rencana tersebut dan menyatakan pengembangannya masih dibahas bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Ia menjelaskan kajian yang sedang dilakukan mencakup berbagai aspek, antara lain potensi bisnis, penentuan rute, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), serta aspek pendukung lainnya sebelum rencana tersebut dilanjutkan.

"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang," kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5).

Baca juga artikel terkait LRT JABODEBEK

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto