tirto.id - Shin Tae-yong menulis surat permintaan maaf di Instagram pribadinya pada Rabu (15/10/2025), terkait pemecatan dirinya dari tim Ulsan Hyundai sepekan lalu. Sebelumnya, mantan pelatih Timnas Indonesia ini dipecat Ulsan pada Kamis (9/10/2025).
Akhir kebersamaan Shin Tae-yong bersama Ulsan HD memunculkan drama baru. Selain dipecat karena performa buruk tim, STY dituding juga berlaku kasar ke pemain, seperti melakukan pemukulan.
Kabar soal perlakuan kasar STY ke pemain tersebut tidak disinggung sang pelatih melalui surat terbukanya. Namun, STY secara terpisah melalui wawancaranya dengan media setempat, menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Pernyataan Maaf STY usai Dipecat Ulsan HD
Dalam surat terbukanya di Instagram, Shin Tae-yong menyatakan permintaan maaf lantaran gagal membawa Ulsan HD bangkit dari keterpurukan. Shin memulai debut dengan Ulsan saat tim berjuluk Tigers itu tak menorehkan satu saja kemenangan dalam 11 laga terakhirnya.
Debut STY bersama Ulsan berbuah manis. Dalam laga K-League 1 2025 pada 9 Agustus 2025, Tigers menang 1-0 atas Jeju. Namun setelahnya, Ulsan kembali terpuruk. Bahkan mereka hanya mencatat 2 kemenangan dalam 10 laga bersama Shin Tae-yong. Di akhir kebersamaan dengan STY, Ulsan juga terpuruk di posisi ke-3 terbawah klasemen Liga Korea.
“Kepada seluruh penggawa dan penggemar Ulsan HD, saya minta maaf. Kalian mungkin berharap banyak, tetapi mereka tidak dapat membuat Ulsan HD membalikkan [keadaan],” tulis STY dalam bahasa Korea Selatan.
Shin mengakui perpisahannya dengan Ulsan terasa menyakitkan. Namun ia berterima kasih atas dukungan yang diberikan, terutama dari para penggemar. Terlebih, Ulsan menjadi tim pertama Shin Tae-yong di Korea Selatan sejak ia meninggalkan kompetisi di Negeri Gingseng itu selama 13 tahun lamanya.
“Kembali ke K League setelah 13 tahun. Kalian menyambut saya dengan penuh sukacita. Secercah harapan dan harapan itu memicu motivasi saya. Namun, saya akan pergi setelah 2 bulan. Saya juga sangat menyesal, dan ini sangat menyakitkan hati saya,” tutur STY.
“Saya pergi, tetapi kebanggaan Ulsan HD yang terkenal harus tetap ada. Staf pelatih Ulsan HD, dukunglah para pemain dan lindungi kebanggaan Ulsan HD. Saya juga akan bersorak lantang di belakang kalian,” tambahnya.
Benarkah STY Pukul dan Mengumpat ke Pemain Ulsan HD?
Sejak berakhirnya kebersamaan STY dengan Ulsan, muncul kabar bahwa sang pelatih berlaku kasar ke para pemainnya. Shin Tae-yong diduga melakukan kekerasan fisik maupun verbal, seperti memukul dan mengumpat ke pemainnya.
Hal itu seperti diungkapkan mantan CEO Ulsan HD, Kim Kwang-guk. Sebelumnya, Kim Kwang-guk juga mengakhiri kebersamaan dengan Ulsan bersaman dengan pemecatan STY di tim tersebut. Kim Kwang-guk sendiri sedianya sudah mundur sejak tim memecat Kim Pan-gon (pelatih sebelum STY), namun ia kembali beberapa hari kemudian.
“Ketika saya menonton video latihan, saya melihat pelatih Shin Tae-yong memukul para pemain sambil berkata, ‘dasar jalang’,” kata Kim dikutip dari STN Sports, Selasa (14/10/2025).
Kim mengungkapkan, gaya melatih STY juga tidak disukai para pemain Ulsan. Hanya, sejauh berita ini ditulis, pihak klub belum memberi konfirmasi terkait dugaan perlakuan kasar Shin Tae-yong ke pemainnya, yang juga diduga jadi penyebab lain pemecatan mantan juru taktik Indonesia tersebut.
“Beberapa pemain berkata tentang pelatihan Pelatih Shin Tae-yong, 'Apa sih yang Anda ajarkan kepada kami? Anda hanya mengajarkan apa yang dibutuhkan pemain SMP, SMA, dan remaja,” tutur Kim.
“Ada masalah dengan cara dia memperlakukan pemain, termasuk pelecehan verbal dan kontak fisik, dan metode pelatihannya tidak sesuai dengan sepak bola modern, yang menyebabkan pemecatannya," kata Kim dalam pernyataan terpisah dikutip dari KBS, Rabu (15/10/2025).
Shin sebelumnya membantah kabar tersebut saat diwawancara KBS. STY mengatakan, ia justru memiliki hubungan layaknya ‘adik-kakak’ dengan para pemain. Hal itu, sebut STY, juga dilakukannya saat menakhodai Timnas Indonesia.
“Filosofi sepak bola saya adalah, saya tidak mengumpat atau menyerang pemain. Orang-orang memanggil saya 'kepemimpinan kakak.' Bahkan di Indonesia, saya suka menggoda dan bercanda dengan pemain yang bahkan tidak saya pahami, dan begitulah saya menjadi dekat,” tutur STY dikutip dari KBS, Senin (13/10/2025).
“Saya tidak mencoba memarahi mereka, saya hanya mencoba untuk bersikap ceria dan menyenangkan dalam suasana yang positif. Saya tidak pernah mengumpat siapa pun di ruang ganti, bahkan setelah kekalahan besar. Saya tidak pernah melakukan kekerasan emosional. Jika saya melakukannya, saya tidak akan melatih, dan saya tidak akan pernah melakukannya lagi,” tambah STY.
Jika pun berlaku seperti itu, STY mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pengakraban dirinya ke pemain. Ia menegaskan tidak punya niatan buruk ke para pemain.
“Di Ulsan, saya akui saya menggoda beberapa pemain ketika pertama kali tiba karena kami semua agak canggung,” tuturnya.
“Saya mengakuinya saat wawancara dengan klub. Untuk lebih dekat dengan mereka, saya akan mengatakan hal-hal seperti, 'Hei, dasar brengsek,' dan bahkan menarik telinga mereka. Tapi tidak ada sedikit pun niat jahat,” imbuh Shin Tae-yong.
Selain itu, muncul kabar terjadi keretakan hubungan antara Shin Tae-yong dengan para pemain senior Ulsan jelang laga melawan Shanghai Shenhua di Liga Champions Asia Elite. Shin membenarkan, pemain-pemain senior itu sempat tak menyapa, baik saat sesi sarapan tim maupun latihan. Suasana tim, diakui STY, sempat hancur setelah kejadian itu. Bahkan STY sempat mengungkapkan ingin merombak tim.
“Ketika saya kembali ke Korea, pemain [senior] yang dimaksud mengumpulkan para pemain dan mengadakan pertemuan. Dia berkata, 'Apakah Anda akan melakukan ini dengan Pelatih Shin Tae-yong? Kami sedang merombak tim. Apakah ini akan berhasil? Angkat tangan Anda jika Anda merasa tidak bisa bekerja sama dengan pelatih.' Hampir semua orang mengangkat tangan,” jelas Shin, sambil menirukan percakapan pemainnya.
“Dia kemudian menemui CEO dan mengatakan kepadanya, ‘Kami sepakat bahwa Anda tidak bisa melakukan ini dengan saya [STY].’ Namun, salah satu pemain yang ada di sana menelepon saya dan berkata, ‘Pelatih, maaf. Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Para pemain senior ingin melakukan ini, tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa,” tambah Shin Tae-yong.
Namun Shin menegaskan, keputusannya untuk merotasi tim juga terkait performa para pemain. Selain itu, ia juga terganjal regulasi wajib memainkan pemain muda. Ia juga menegaskan,sedari awal tak berniat menyingkirkan para pemain senior. Ucapannya terkait perombakan tim, terjadi setelah huru-hara dengan para pemain tersebut.
“Saya selalu memastikan mereka tetap bermain, bahkan sebagai pemain cadangan. Namun, ketika mereka tidak menjadi pemain inti, mereka mulai mengeluh dan membenci saya. Tidak ada sedikit pun perasaan pribadi yang terlibat,” ucap Shin.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































