Menuju konten utama

Kenapa Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD?

Ulsan HD memecat Shin Tae-yong pada Kamis (9/10) karena hasil buruk. Simak penjelasan klub soal pemecatan eks pelatih Timnas Indonesia ini.

Kenapa Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD?
Shin Tae Yong di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Lmo/Spt.

tirto.id - Ulsan Hyundai resmi mengumumkan pemecatan pelatih Shin Tae-yong pada Kamis (9/10/2025) waktu Indonesia. Pemecatan eks pelatih Timnas Indonesia itu disampaikan pihak klub melalui media sosial mereka.

“Ulsan HD FC mengakhiri kemitraan mereka dengan pelatih Shin Tae-yong,” tulis akun Instagram klub, @uhdfc_1983 pada Kamis sore waktu Indonesia.

Shin Tae-yong sebelumnya didapuk sebagai pelatih Tigers –julukan Ulsan HD– pada Agustus 2025. STY saat itu menggantikan posisi eks pelatih Timnas Malaysia, Kim Pan-gon. Ulsan HD sekaligus jadi klub STY sebagai pelatih kepala, sejak PSSI memecatnya sebagai juru taktik Timnas Indonesia pada awal 2025.

Dua bulan melatih Ulsan HD, STY kembali merasakan pemecatan yang sekaligus jadi kali ke-2 dalam kurun setahun terakhir. Ini juga jadi kali ke-3 secara beruntun STY dipecat sebagai pelatih kepala. Satu pemecatan lain dilakukan federasi sepak bola Korea Selatan pada 2018 usai STY menangani The Taegeuk Warrior di Piala Dunia 2018.

“Terima kasih kepada pelatih Shin Tae-yong atas kerja keras Anda untuk tim selama ini dan saya akan mendukung Anda di masa mendatang,” tulis Ulsan HD.

Alasan Ulsan HD Pecat STY, karena Hasil Buruk?

Pihak Ulsan HD mengungkapkan alasan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih mereka. Dilansir dari Sport Nate, alasan pemecatan ini terkait hasil buruk yang dialami Tigers di kompetisi K-League.

“Kami akan mengatasi krisis degradasi dengan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pelatih yang ada di bawah manajer sementara Noh Sang-rae, yang berpengalaman melatih di K League. Kami juga akan segera mencari penggantinya,” jelas Ulsan seperti dilaporkan Sport Nate pada Kamis.

Tidak hanya pemecatan STY, hasil buruk itu juga berimbas pada pengunduran diri Kim Kwang-Guk selaku CEO Ulsan HD lantaran merasa bertanggung jawab atas kinerja buruk tim yang kini tertahan di papan bawah klasemen K-League 1.

Ulsan memang mendapatkan hasil minor selama dibesut STY sejak Agustus 2025. Dalam 10 laga, STY hanya mampu mempersembahkan 2 kemenangan, termasuk di laga debutnya di K-League pada 9 Agustus 2025 melawan Jeju SK via skor 1-0.

Sedangkan, sisanya Ulsan di bawah asuhan STY menelan 4 kekalahan dan 4 hasil seri. Selama itu pula, Ulsan telah kebobolan 16 kali dan hanya mampu menceploskan 10 gol.

Hasil minor, yang 8 di antaranya terjadi di K League 2025, membuat Ulsan tertahan di urutan ke-10 alias 3 terbawah klasemen dari total 32 laga. Sementara, babak reguler Liga Korea tersebut hanya menyisakan 1 pertandingan lagi.

Ulsan (37 poin) hanya di atas 2 klub lain yaitu Jeju (32 poin) dan Daegu (26 poin). Di atas Ulsan, ada Suwon FC (38 poin) dan FC Anyang (39 poin). Situasi klasemen terkini membuat Ulsan terancam turun ke K-League 2. Nasib Tigers kini akan ditentukan melalui putaran degradasi alias relegation round.

Dalam situasi sulit ini, usai memecat STY, pihak klub memutuskan menunjuk direktur tim muda Ulsan, Noh Sang-rae, sebagai caretaker. Kiprah Ulsan tanpa STY akan dimulai di laga pekan ke-33 melawan Gwangju pada Sabtu (18/10) atau selepas jeda internasional FIFA.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Sepakbola
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Iswara N Raditya