Menuju konten utama
Konflik Iran-AS

Perang Berlanjut, Purbaya: Ruang Fiskal Kasih Stimulus Terbatas

Purbaya mengakui prediksinya soal harga minyak yang akan turun meleset dan justru mengalami kenaikan akibat perang Iran-Amerika Serikat berlanjut.

Perang Berlanjut, Purbaya: Ruang Fiskal Kasih Stimulus Terbatas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap eskalasi konflik Iran yang berlanjut usai Amerika Serikat (AS) terus memberikan serangan ke Negara Para Mullah tersebut.

Ia khawatir harga minyak dunia akan melambung tinggi sehingga menyempitkan ruang fiskal pemerintah untuk memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat.

"Belum ada (perubahan kebijakan fiskal), cuma saya khawatir harga minyaknya naik terlalu tinggi. Jadi ruang fiskal saya untuk ngasih stimulus terbatas selain BBM," ujar Purbaya saat menyambangi PBNU, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Sebelumnya, kata Purbaya, pemerintah menghitung anggaran dengan asumsi harga minyak sebesar 100 dolar AS per barel. Mantan Kepala LPS ini berharap harga minyak bisa turun ke kisaran 70 dolar AS per barel sehingga terdapat tambahan uang yang bisa dialokasikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, asumsi tersebut tampaknya akan berubah imbas perang yang kembali berlanjut di Iran dan menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.

"Sekarang mungkin jadi uangnya agak berkurang, jadi saya harus hati-hati lagi," ucapnya.

Namun demikian, Purbaya memastikan fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Ia mencontohkan bahwa meskipun harga minyak sempat tinggi sebelumnya, perekonomian nasional tetap tumbuh bagus.

"Ekonomi akan terus membaik ke depan, walaupun global ekonomi gonjang-ganjing. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi kita didorong oleh domestic demand, termasuk dari NU, warga NU, dan warga masyarakat lainnya," tuturnya.

Perlu diketahui, harga minyak dunia dibuka naik tipis pada perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak global.

Sentimen tersebut muncul setelah militer Amerika Serikat (AS) melanjutkan serangan ke sejumlah target militer Iran untuk malam ke-11 secara berturut-turut. Di saat yang sama, Kuwait melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) yang diduga berasal dari Iran.

Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,55 persen atau 50 sen, menjadi 91,51 dolar AS per barel pada awal perdagangan. Sedangkan, kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) meningkat 0,36 persen atau 30 sen ke level 84,64 dolar AS per barel, meski transaksi masih berlangsung dengan volume perdagangan yang tipis.

Kenaikan harga minyak tersebut terjadi setelah pada perdagangan Selasa (21/7/2026), harga minyak ditutup di level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Penguatan dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target di wilayah selatan dan barat Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher