Menuju konten utama

Penyebab Perang Pakistan vs Afghanistan & Kronologi Serangan

Penyebab perang terbuka antara Pakistan vs Afghanistan. Simak juga kronologi hubungan dua negara yang makin memburuk.

Penyebab Perang Pakistan vs Afghanistan & Kronologi Serangan
Warga tiba dari Afganistan berjalan menuju titik penyebrangan Friendship Gate di kota perbatasan Pakistan-Afganistan, Chaman, Pakistan, Kamis (19/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Saeed Ali Achakzai/aww/cfo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketegangan kembali terjadi antara Pakistan dan Afghanistan setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di sepanjang perbatasan yang dikenal sebagai Durand Line. Apa penyebabnya?

Konflik terbaru ini bermula pada Kamis (26/2) malam, ketika militer Taliban Afghanistan meluncurkan serangan ke sejumlah posisi militer Pakistan di beberapa titik perbatasan.

Pemerintah di Kabul menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas pemboman yang dilakukan Pakistan beberapa hari sebelumnya terhadap lokasi yang disebut sebagai kamp militan di wilayah Afghanistan, yang menurut klaim Afghanistan menewaskan sedikitnya 18 orang.

Sebagai respons, pada Jumat dini hari Pakistan melancarkan operasi militer bernama “Ghazab Lil Haqq” atau “Operation Righteous Fury.”

Serangan udara Pakistan menghantam beberapa wilayah penting di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, Provinsi Paktia di tenggara, dan Kandahar, yang dikenal sebagai tempat lahirnya gerakan Taliban dan basis pemimpin tertinggi mereka, Hibatullah Akhundzada.

Pemerintah Pakistan menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas pertahanan Taliban, menandai peningkatan signifikan dalam strategi balasan Islamabad.

Kronologi Hubungan Pakistan dan Afghanistan Memanas

Taliban Pakistan

FILE - Dalam file foto 19 Agustus 2021 ini, pejuang Taliban mengibarkan bendera mereka saat berpatroli di Kabul, Afghanistan. Kemenangan Taliban di Afghanistan memberi dorongan bagi militan di negara tetangga Pakistan. Taliban Pakistan, yang dikenal sebagai TTP, semakin berani di daerah kesukuan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. (AP Photo/Rahmat Gul, File)

1. Ketegangan Pakistan dan Afghanistan Terjadi Sejak 1947

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan sudah diwarnai ketegangan sejak Pakistan berdiri pada tahun 1947. Kedua negara berbatasan langsung melalui garis perbatasan panjang yang dikenal sebagai Durand Line.

Meskipun masyarakat di kedua sisi memiliki kesamaan agama dan budaya, faktor geopolitik sering kali membuat hubungan keduanya tidak stabil.

2. Masa Invasi Uni Soviet 1979

Situasi semakin rumit ketika Afghanistan mengalami invasi Uni Soviet pada 1979, yang kemudian diikuti oleh intervensi Amerika Serikat pada 2001 setelah serangan 11 September, melansir laman The Geopolitics.

Perang melawan terorisme yang dipimpin AS terhadap Al-Qaeda dan Taliban berlangsung selama dua dekade, hingga akhirnya pada 2021 Amerika Serikat menarik pasukannya dan kekuasaan kembali diambil alih oleh Taliban Afghanistan.

3. Kelompok Militan Menguat Setelah AS Hengkang

Penarikan pasukan AS membawa dampak besar bagi kawasan, terutama bagi Pakistan. Setelah Taliban kembali berkuasa di Kabul, kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) kembali menguat.

TTP merupakan kelompok bersenjata yang menentang pemerintah Pakistan dan memiliki jaringan serta tempat berlindung di wilayah perbatasan Afghanistan.

Pemerintah Pakistan menuduh bahwa TTP mendapat dukungan atau setidaknya ruang aman dari Taliban Afghanistan, meskipun hal ini dibantah atau dianggap sebagai urusan internal Pakistan oleh pihak Afghanistan.

Seiring waktu, TTP menjadi semakin aktif dan agresif. Kelompok ini menyatakan ingin menerapkan hukum syariah di Pakistan seperti yang diterapkan Taliban di Afghanistan. Mereka meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan instalasi militer Pakistan.

4. Serangan Militer Meningkat pada 2024 di Kedua Negara

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terjadi lonjakan serangan militan sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total 905 serangan yang menewaskan 1.177 orang dan melukai 1.292 lainnya.

Pemerintah Pakistan melaporkan telah menewaskan 934 militan, tetapi angka kekerasan tetap tinggi sehingga 2024 disebut sebagai tahun paling mematikan dalam satu dekade terakhir.

Ketegangan diplomatik antara Islamabad dan Kabul pun meningkat. Pakistan berulang kali meminta pemerintah Taliban Afghanistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap TTP yang diduga beroperasi dari wilayah Afghanistan. Namun, pihak Afghanistan menyatakan bahwa TTP adalah masalah keamanan dalam negeri Pakistan.

Menanggapi meningkatnya serangan, Pakistan meluncurkan operasi melawan terorisme besar bernama “Azm-e-Istehkam” pada Juni 2024 untuk menghadapi ancaman keamanan internal maupun lintas batas.

Pada Desember 2024, Pakistan juga melakukan serangan udara ke wilayah Afghanistan yang diklaim menargetkan anggota TTP. Pemerintah Taliban mengecam serangan tersebut dan berjanji akan membalas.

5. Tahun 2025 Ketegangan Pakistan vs Afghanistan Tak Kunjung Membaik

Memasuki tahun 2025, situasi keamanan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KPK) dan Balochistan semakin memburuk. Dilaporkan terjadi puluhan insiden serangan militan di wilayah KPK, bekas wilayah FATA, dan Balochistan. Kekerasan ini bukan hanya berdampak pada militer, tetapi juga menimbulkan korban sipil dan kerugian ekonomi yang besar.

Ancaman TTP juga dikaitkan dengan jaringan kelompok ekstremis lain. Laporan PBB menyebut bahwa Al-Qaeda memberikan pelatihan kepada militan TTP di dekat perbatasan Afghanistan.

Selain itu, dugaan hubungan TTP dengan Islamic State – Khorasan Province (ISKP) semakin memperbesar potensi ancaman keamanan regional. Secara teori keamanan kawasan, ancaman di satu negara cenderung menyebar ke negara tetangga, sehingga konflik ini berisiko meluas ke wilayah Asia Selatan.

Dampak dari gelombang serangan ini sangat serius bagi Pakistan. Selain korban jiwa dari kalangan sipil dan militer, stabilitas ekonomi dan citra internasional negara ikut terdampak. Minat investor asing menurun karena situasi keamanan yang tidak menentu.

6. Februari 2026 "Perang Terbuka" Dinyatakan

Pada akhir Februari 2026, ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memuncak menjadi bentrokan militer terbuka di sepanjang perbatasan Durand Line. Konflik dipicu oleh serangan lintas batas yang saling dibalas.

Afghanistan menyebut serangannya sebagai respons atas pemboman Pakistan terhadap dugaan kamp militan di wilayahnya, sementara Pakistan menilai tindakan itu sebagai upaya membela diri dari ancaman kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dituduh berlindung di Afghanistan.

Pakistan kemudian melancarkan operasi militer besar dengan serangan udara ke Kabul, Paktia, dan Kandahar. Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa kesabaran negaranya telah habis dan menyebut situasi tersebut sebagai “perang terbuka”.

Baca juga artikel terkait PAKISTAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra