tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik magnitudo 6,0 melanda Laut Banda, Maluku Tengah, Maluku, Kamis (20/11/2025) siang.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono berujar, gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kata dia, episenter gempa bumi itu terletak di laut pada jarak 23 kilometer arah tenggara Ambon, Maluku pada kedalaman 116 kilometer.
"Hari Kamis, 20 November 2025 pukul 13.59.44 WIB wilayah Laut Banda, Maluku Tengah, Maluku diguncang gempa tektonik," ujar Daryono dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/11/2025).
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," sambung Daryono.
Ia menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun atau oblique normal. Gempa bumi itu disebut berdampak dan dirasakan di daerah Amahai dengan skala intensitas III-IV MMI alias pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
"Daerah Ambon, Kairatu, Namlea, Saparua, Piru, Sorong dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu di daerah Fak-Fak dan Obi dengan skala intensitas II MMI," sebut Daryono.
Ia menambahkan, hingga pukul 14.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan. Daryono meminta masyarakat agar memantau informasi resmi dari BMKG.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























