Menuju konten utama

Penerimaan Siswa Baru SMA Garuda Tidak Memakai Sistem Zonasi

Meski PPDB SMA Garuda tak pakai sistem zonasi, tetap ada afirmasi bagi warga lokal yang mendaftarkan diri.

Penerimaan Siswa Baru SMA Garuda Tidak Memakai Sistem Zonasi
Siswa memindahkan meja ke dalam ruang kelas di SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/10/2025). Pemerintah akan mengenalkan secara serentak Sekolah Garuda pada 8 Oktober 2025 yang terdiri dari 12 Sekolah Garuda Transformasi dan empat Sekolah Garuda baru sebagai upaya mengembangkan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.

tirto.id - Ketua Tim SMA Garuda, Vira Agustina, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Unggul Garuda tidak dilakukan dengan sistem zonasi. Oleh karenanya, seluruh siswa yang saat ini masih duduk di Kelas IX SMP dari seluruh Indonesia memiliki kans yang sama untuk mendaftar menjadi siswa sekolah unggulan jenjang SMA tersebut.

Sejauh ini, terdapat empat SMA Garuda yang telah berdiri, yaitu di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Untuk PPDB ini kami sampaikan ini terbuka untuk seluruh siswa di Indonesia. Sesuai dengan yang kita lihat tadi, bukan hanya dari provinsi di mana sekolah ini berada karena ini bukan sistem zonasi. Tetapi, ini adalah seleksi nasional. Jadi, siswanya bisa berasal dari mana pun di Indonesia selama dia memenuhi kriteria umum dan kriteria khusus," kata Vira dalam agenda Ngopi Bareng Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, menegaskan meski PPDB SMA Garuda tak memakai sistem zonasi, pihaknya tetap memberikan afirmasi kepada warga lokal yang hendak mendaftarkan diri.

“Kami juga berupaya menyeimbangkan antara upaya merekrut siswa-siswa terbaik dengan potensi akademik terbaik. Kami berupaya tetap jangan sampai di beberapa lokasi SMA Unggulan Garuda baru saat ini tidak ada siswa dari daerah tersebut," kata Ardi.

Walaupun demikian, Ardi menegaskan bahwa pihaknya tetap mengutamakan penilaian secara akademis. Sehingga, masyarakat yang ada di sekitar SMA Garuda dan berminat menjadi siswa harus siap memenuhi syarat, seperti memiliki nilai paling rendah 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika pada semester 1-5 atau memiliki prestasi di bidang STEM yang nantinya akan dikurasi oleh pihak SMA Garuda.

“Dalam setiap tahapan, kami akan pilah antara yang dari nasional dengan yang dari lokasi situ. Namun, prinsipnya adalah bukan berarti terus nanti saya berasal dari Konawe terus saya guaranted, saya akan masuk. Tidak seperti itu, tetap ada prasyarat terutama terkait akademik," terangnya.

Baca juga artikel terkait PPDB SMA atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi