Peneliti UI Sebut Go-Jek Berkontribusi Rp2,5 T Perekonomian Yogya

Oleh: Irwan Syambudi - 3 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Menurut penelitian Go-Jek meningkatkan penghasilan mitra di atas rata-rata Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
tirto.id - Penelitian dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebut mitra Go-Jek berkontribusi Rp2,5 triliun per tahun bagi perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kontribusi Rp2,5 triliun itu terdiri dari penghasilan mitra Go-Ride Rp796 miliar; mitra Go-Car Rp124 miliar; mitra Go-Life Rp28 miliar; dan mitra UMKM Go-Food 1,6 triliun," kata Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw saat memaparkan hasil risetnya di Yogyakarta, Jumat (3/5/2019).

Mitra UMKM Go-Food ini menyumbang kontribusi terbesar, dan angka itu kata Paksi naik lima kali lipat dibandingkan penelitian pada 2017 lalu.

Selain itu kata dia Go-Jek meningkatkan penghasilan mitra di atas rata-rata Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Rata-rata pendapatan mitra Go-Ride di Yogya adalah Rp4 juta. Angka itu lebih tinggi 2,3 kali dari UMK di Yogya tahun 2018.

Sementara untuk mitra Go-Car rata-rata pendapatan sebesar Rp5,6 juta, dan mitra Go-Life pendapatan rata-rata sebesar Rp4 juta.

Dalam penelitian yang berkerjasama dengan Go-Jek Indonesia ini kata Paksi Mitra Go-Jek di Yogyakarta lebih sejahtera dan naik mobilitas ekonominya.

Hal itu kata dia terlihat dari peningkatan pendapatan yang diikuti peningkatan pengeluaran sejak bergabung di Go-Jek.

Penghasilan mitra Go-Ride tercatat meningkat 48 persen, dan pengeluaran meningkat 40 persen. Mitra Go-Car pengadilannya meningkatkan 44 persen dan pengeluaran meningkat 33 persen.

"Sedangkan mitra Go-Life penghasilannya meningkat paling banyak yakni 62 persen, diikuti peningkatan pengeluaran sebesar 32 persen," kata dia.

Go-Jek kata dia juga turut meningkatkan jumlah bisnis UMKM dan wirausaha digital di Yogyakarta. Mayoritas responden atau 69 persen mitra Go-Food adalah UMKM dengan omset Rp300 juta per tahun. Sedangkan 26 persen di antaranya beromset Rp300 sampai Rp2,5 miliar.

Sebelum menjadi mitra Go-Food mayoritas UMKM tidak mempunyai aset digital, dan sebelumnya 87 persen di antaranya hanya memiliki bangunan fisik.

Kemudian setelah menjadi mitra Go-Food 99 persen responden UMKM langusung dapat membuka usaha secara digital.

"Mayoritas UMKM mengalami rata-rata peningkatan omzet sebesar Rp8,5 juta per bulan setelah bergabung di Go-Food," kata dia.

Riset ini dilakukan terhadap responden di Yogyakarta pada November 2018 hingga Januari 2019 menggunakan metode kualitatif melalui wawancara tatap muka. Jumlah responden di Yogya 385 mitra, Go-Ride; 50 mitra Go-Car; 100 mitra UMKM Go-Food, dan 80 mitra Go-Life.


Baca juga artikel terkait GOJEK atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight