tirto.id - Perbaikan infrastruktur dasar guna pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus dikebut oleh pemerintah.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, proses pemulihan sarana penunjang mobilitas masyarakat sudah menunjukkan progres positif.
Hingga 23 Februari 2026, fokus pemulihan masih diarahkan pada perbaikan jalan, sarana penunjang listrik dan telekomunikasi, base transceiver station (BTS), jaringan internet, dan jembatan.
Di Aceh, sebanyak 38 jalan dan 17 jembatan nasional yang terdampak bencana kini sudah dibuka secara fungsional. Untuk jalan daerah, dari 1.637 ruas terdampak, sebanyak 1.521 atau 92 persen telah dapat digunakan. Adapun dari 650 jembatan daerah terdampak, 351 atau 54 persen telah berfungsi.
Sementara di Sumatera Utara, sejumlah 30 jalan dan lima jembatan nasional yang rusak akibat bencana sudah bisa digunakan kembali. Kemudian, jalan daerah yang telah berfungsi mencapai 607 dari 616 ruas atau 98 persen. Perbaikan 366 jembatan daerah pun mencapai 93 persen, dengan 344 unit telah dapat dilewati.
Untuk wilayah Sumatera Barat, 31 jalan dan 13 jembatan nasional yang sempat terdampak bencana juga sudah beroperasi fungsional. Untuk jalan daerah, 149 dari 167 ruas atau 91 persen telah pulih. Dari 162 jembatan daerah yang rusak, sebanyak 95 unit (54,9 persen) telah berfungsi pula.
Selain konektivitas darat, pemulihan listrik dan telekomunikasi juga menunjukkan progres positif. Pasokan listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya, sementara di Aceh dan Sumatera Utara masih menyisakan sebagian kecil pelanggan yang butuh penanganan.
Untuk pemulihan infrastruktur komunikasi, seluruh base transceiver station (BTS) di tiga provinsi tersebut dilaporkan telah berfungsi 100 persen.
Menurut Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, percepatan pembangunan infrastruktur penting demi memulihkan mobilitas masyarakat dan jalur distribusi logistik.
Secara khusus, ia memberikan perhatian terhadap perbaikan jembatan penghubung. Untuk itu, ia sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
"Menteri PU [Dody Hanggodo] sudah saya kontak tadi, dan juga petugas PU. Menteri PU sudah sampaikan sama saya," kata Tito di sela-sela kunjungannya di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (21/2/2026) lalu.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























