tirto.id - Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan anggaran sebesar Rp900 juta untuk memindahkan aktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) ke pusat perbelanjaan. Kebijakan ini diambil menyusul rencana renovasi Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon yang selama ini digunakan sebagai kantor utama pemerintahan.
Pemindahan dilakukan karena Gedung Setda akan direnovasi akibat kerusakan struktural serius. Gedung tersebut juga tercatat sebagai barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan yang menjerat mantan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan, menyebut sekitar 170 ASN dari berbagai satuan kerja akan dipindahkan sementara ke Grage City Mall (GCM).
“Direncanakan setelah Idulfitri kita pindah. Anggaran Rp900 juta itu untuk pindahan, internet, listrik, serta penyekatan ruangan,” kata Arif, Jumat (9/1/2026).
Menurut Arif, ASN yang dipindahkan berasal dari 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang selama ini berkantor di Gedung Setda. Pemkot juga telah menyiapkan denah awal ruangan yang akan digunakan, yakni area eks Centro dan eks wahana rumah hantu di dalam mal tersebut.
“Layout sementara sudah ada, tapi masih menunggu denah resmi dari pihak mal. Nanti kami yang mengatur pembagian ruangannya. Lokasi juga sudah kami survei,” ujarnya.
Sebelum renovasi dimulai, Pemkot Cirebon akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis perbaikan gedung. Penyusunan DED ini akan dikerjasamakan dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan menelan anggaran sekitar Rp500 juta.
Arif menyebut, pengerjaan DED dijadwalkan mulai Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Setelah itu, proses renovasi fisik akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Provinsi Jawa Barat dengan nilai anggaran mencapai Rp15 miliar.
Renovasi Gedung Setda akan menggunakan metode jacketing, yakni penguatan struktur dengan cara mengupas beton lama hingga tulangan terlihat, lalu menyuntikkan beton baru untuk meningkatkan kekuatan bangunan.
“Struktur lama dikupas dulu sampai besinya terlihat, kemudian disuntik beton lagi agar lebih kuat,” jelas Arif.
Kerusakan gedung tersebut merupakan dampak dari praktik korupsi saat pembangunan pada 2018.
Dalam kasus itu, terjadi penurunan mutu beton yang menyebabkan kualitas bangunan tidak sesuai spesifikasi. Akibatnya, kondisi Gedung Setda kini dinilai memprihatinkan. Beberapa bagian plafon dilaporkan ambruk, sementara lantai lobi mengalami penurunan permukaan beton.
Efisiensi Anggaran dan Parkir ASN
Selama berkantor di mal, Pemkot mengklaim tetap melakukan efisiensi. Anggaran alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 30 persen. Sementara untuk fasilitas parkir, ASN diwajibkan membayar secara pribadi.
“Parkir bayar masing-masing, tapi disediakan sistem member. Ada yang gratis juga, hanya lokasinya agak jauh,” tutup Arif.
Pemkot Cirebon menargetkan renovasi Gedung Setda dapat mengembalikan fungsi gedung secara aman dan layak, sembari memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski ASN harus bekerja dari pusat perbelanjaan.
=============
Cirebon Banget adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































