Menuju konten utama

Pemkab Bandung Berlakukan Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Status darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bandung berlaku 6-19 Desember 2025.

Pemkab Bandung Berlakukan Tanggap Darurat Banjir dan Longsor
Petugas SAR gabungan membawa warga menggunakan perahu saat melintasi banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung meluas hingga berdampak ke 14 kecamatan dengan volume air yang mengalami kenaikan 10cm hingga 50cm sehingga membuat Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana banjir serta longsor dari 6 Desember hingga 19 Desember mendatang. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

tirto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat resmi berlakukan status tanggap darurat bencana setelah bencana banjir dan longsor yang menimpa belasan kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengatakan pemkab setempat resmi menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan longsor mulai 6-19 Desember 2025.

“Bupati menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat pada Status Tanggap Darurat 6 Desember sampai dengan 19 Desember 2025," ujarnya di Bandung, Sabtu (6/12/2025) dikutip dari Antara.

Keputusan tanggap darurat tersebut tertuang dalam keputusan Bupati Bandung nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat.

Wahyudin mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi akhir pekan ini kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya bakal terjadi cuaca ekstrem, termasuk hujan sedang hingga sangat lebat.

Sebelumnya, banjir dan longsor terjadi di 14 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis (4/12/2025) sore hingga malam.

BPBD Kabupaten Bandung mencatat peristiwa longsor terjadi di Kecamatan Soreang, Cangkuang, Cimaung, Pasirjambu, Kertasari, Ciwidey, dan Arjasari.

Sementara itu, banjir melanda sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Soreang, Bojongsoang, Banjaran, Dayeuhkolot, Margaasih, Katapang, Pameungpeuk, dan Baleendah.

Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, kepolisian, dan pihak lainnya masih terus melakukan evakuasi serta penanganan bencana di sejumlah lokasi terdampak.

Tim SAR Cari 3 Korban Tertimbun Longsor di Arjasari

Banjir di Kabupaten Bandung meluas

Warga menggendong anaknya saat melintasi banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung meluas hingga berdampak ke 14 kecamatan dengan volume air yang mengalami kenaikan 10cm hingga 50cm sehingga membuat Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana banjir serta longsor dari 6 Desember hingga 19 Desember mendatang. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap tiga warga yang tertimbun longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, akibat hujan deras pada Jumat (5/12/2025) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan pencarian dilakukan secara manual dengan mengandalkan personel gabungan serta bantuan anjing pelacak K9.

“Saat ini alat berat tidak bisa masuk, namun pencarian manual tetap dilakukan dibantu personel dan alat mekanis seperti alat konstruksi,” kata Bambang di Kabupaten Bandung, Sabtu.

Bambang menambahkan kesulitan pada proses pencarian ini tergantung pada kondisi cuaca. Apabila gelap atau hujan, kegiatan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan begitu kondisi membaik.

Ia menjelaskan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Cibodas, yang menyebabkan retakan di bagian mahkota tebing.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa retakan seperti ini seharusnya diantisipasi lebih awal, termasuk percepatan pengalihan warga dari lokasi rawan,” kata dia.

Ia menyebut sebanyak lima rumah dilaporkan rusak berat dan tertimbun longsor, sementara sekitar 110 rumah lainnya masih berpotensi terdampak.

“Total warga terdampak mencapai 400 orang dari 110 kepala keluarga,” kata dia.

Tiga warga yang dilaporkan tertimbun longsor adalah Alfa (13), Citra (20), dan Mak Aisyah (75), yang merupakan nenek dari Citra.

“Sehingga, Citra dan Mak Aisyah kemungkinan berada dalam satu rumah saat longsor terjadi,” katanya.

Bambang menambahkan bahwa logistik untuk warga terdampak telah disiapkan oleh BPBD, termasuk sembako, air mineral, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tambahan juga disalurkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah