Menuju konten utama

Susi Air Siagakan 3 Pesawat untuk Distribusi Bantuan ke Sumatra

Susi Air akan distribusikan BBM dalam drum, tabung elpiji, hingga genset ke daerah-daerah yang terdampak banjir Sumatra.

Susi Air Siagakan 3 Pesawat untuk Distribusi Bantuan ke Sumatra
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc.

tirto.id - Maskapai penerbangan perintis, Susi Air, menyiagakan tiga pesawat khusus carteran untuk mendukung distribusi logistik di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dalam drum, tabung elpiji, hingga genset ke daerah-daerah yang terdampak.

Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, menjelaskan bahwa ketiga pesawat dikirim dari Pangandaran, Jawa Barat, dan telah disewa atau di-charter oleh BUMN seperti Pertamina dan PLN untuk mendistribusikan bantuan.

“Beberapa hari ini di-charter Pertamina, PLN untuk bawa BBM pake drum, jerigen, tabung LPG, genset juga untuk BNPB," ujar Susi saat dihubungi Tirto, Sabtu (6/12/2025).

Dia menjelaskan, saat ini operasi berfokus pada wilayah-wilayah yang membutuhkan di Sumatra, dengan basis pesawat berada di Medan, Padang, dan Banda Aceh.

Rute penerbangan mencakup daerah seperti Medan-Takengon, Padang-Sibolga, dan Banda Aceh-Takengon untuk mengangkut logistik untuk penanggulangan bencana. Pesawat ini beroperasi di luar rute pesawat perintis yang dilayani oleh Susi Air.

Susi menekankan bahwa pengangkutan barang-barang seperti BBM dan elpiji, yang dikategorikan sebagai dangerous goods (barang berbahaya), harus dilakukan secara khusus.

"Kalau bawa dangerous good tidak bisa dengan penumpang. Muatan 1 ton," jelasnya.

Saat ini, pesawat berbadan kecil seperti milik Susi Air menjadi solusi khusus untuk distribusi logistik di wilayah bencana Sumatra. Pasalnya, sejumlah wilayah masih terisolir imbas akses yang terputus.

Dia pun menekankan bahwa operasi penerbangan untuk misi kemanusiaan ini disesuaikan dengan kondisi teknis dan keamanan.

“Kita tidak bisa terbang malam. Hanya sunrise sampai sunset. Maksimal pesawat kita terbang sehari 5 sampai dengan 6 jam saja," tutur Susi.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem sewa pesawat dapat dilakukan dengan durasi minimum dua jam, tergantung rute dan kesepakatan, dengan dukungan teknis seperti antar-jemput mobil dan forklift untuk kargo.

“Charter minimum 2 jam atau tergantung rute dan kesepakatan, antar jemput mobil sampai ke pesawat, catering. Kalau cargo perlu forklift atau tidak, dll. Teknis sama call center biasanya dan operasional kita,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah