tirto.id - Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif fiskal di kuartal III dan IV-2025 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, pada kuartal II-2025 ekonomi Indonesia mulai meningkat di level 5,12 persen (yoy), naik tipis dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 4,87 persen (yoy).
“Kalau kemarin teman-teman kan baru rilis PDB itu ya, 5,12 persen ya, cukup bagus sebetulnya. Nah kita ingin jaga momentumnya supaya tetap di kisaran 5 persen,” kata Analis Kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Riznaldi Akbar, saat ditemui di Hotel Mulia, Rabu (6/8/2025).
Untuk itu, sambung Riznaldi, Kemenkeu berkomitmen untuk melanjutkan pemberian insentif fiskal berupa bantuan subsidi upah (BSU) dan insentif tiket pesawat untuk menyambut natal dan tahun baru (Nataru).
Hal ini untuk menggenjot konsumsi masyarakat agar roda ekonomi kembali berputar. Ia menjelaskan, insentif BSU nantinya akan kembali diberikan di kuartal III dan IV tahun ini, sedangkan untuk insentif Nataru akan digelontorkan di akhir tahun bersamaan dengan masuknya momen libur panjang akhir tahun.
“Yang hampir pasti itu adalah Nataru di kuartal IV dan BSU kelihatannya lanjut karena kita lihat efektif pelaksanaannya. Itu akan lanjut di kuartal III dan IV,” ujarnya.
Besaran insentif BSU nantinya akan sama seperti di kuartal II, di mana pemerintah memberikan subsidi upah sebesar Rp300 ribu untuk dua bulan, bagi masyarakat dengan gaji maksimal Rp3,5 juta.
“Iya, jadi memang kita ketika menyusun kebijakan itu insentifnya yang bisa kita aplikasikan di tahun ini. Jadi bukan kebijakan yang baru, jadi hampir sama dengan kuartal I dan II kemarin,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































